Kamis, 13 Desember 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Copoti Spanduk, Aparat Diadili Warga Mentoso

Editor: samian
Rabu, 21 Februari 2018
Ali Imron
DISKUSI : Kades Mentoso, Saji (menunjuk) menjelaskan kalau patroli aparat gabungan tak ada izin ke pemdes.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban- Aksi pencopotan spanduk dan banner penolakan proyek Kilang NGRR Tuban di Desa Mentoso, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, pada hari Rabu (21/2/2018) menemui hambatan. Puluhan warga serempak mengadili aparat gabungan, kemudian disidang di rumah Kepala Desa (Kades) Mentoso.

“Satpol PP masuk desa tanpa izin mencopoti semua banner warga,” ujar warga Ahmad Agung, kepada suarabanyuurip.com, saat dikonfirmasi di halaman rumah Kades Mentoso.

Pemuda ramah ini menjelaskan, aparat gabungan Satpol PP, TNI, dan Polri sudah kedua kalinya mencopoti banner dan spanduk bertuliskan penolakan penggusuran dan tak ingin menjual rumah dan lahan. Aparat disinyalir juga sempat mengancam, dan menakut-nakuti warga kenapa nenempeli banner di rumah.

Dia heran, mengapa banner dan spanduk warga diniliai melanggar aturan. Padahal sepengetahuannya, dalam tulisan warga tidak ada yang menjelek-jelekkan atau ada unsur penghinaan.

“Salahnya dimana,” tegasnya.

Menyikapi insiden di wilayahnya, Kepala Desa Mentoso, Saji, meminta aparat gabungan untuk datang ke balai desa terlebih dahulu. Minimal harus memberitahu kepala desa, tujuan patroli di wilayahnya.

“Harus ada penjelasan dahulu supaya insiden seperti ini tak terjadi,” sergahnya.

Rencana patroli yang diawali sejak hari Senin (19/2) lalu, Saji merasa tak menerima pemberitahuan apapun baik dari Satpol PP Kabupaten maupun Camat Jenu. Idealnya, jika surat belum sampai bisa mengirim pesan singkat atau menelepon nomornya.

“Kabarnya yang sudah diberitahu Camat Jenu kalau saya tidak,” terangnya.

Adanya hambatan patroli di Desa Mentoso, langsung disikapi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tuban, Heri Muharwanto. Masyarakat harus paham, jika kegiatan pekan ini di wilayah Desa Remen dan Mentoso bagian dari patroli. Tujuannya memantau dan melihat kondisi di lapangan bakal proyek patungan Pertamina-Rosneft Oil Company asal Rusia.

“Apakah masih ada kerawanan atau kondusif nanti akan dibicarakan dengan pihak terkait,” sergah Heri.

Pasca insiden kali ini, pihaknya akan berkoordinasi dengan kepala desa sebagai bagian pendekatan pemkab. Diharapkan, ketika ada patroli kembali warga Jenu tidak lagi merasa ketakutan.

“Jadwal patroli berikutnya akan kami evaluasi,” tandasnya.

Pantauan di lokasi, sejak aparat masuk wilayah Mentoso dan mencopoti banner warga langsung bereaksi. Mereka mempertanyakan tujuan pembredelan tersebut. Setelah itu diarak menuju rumah Kades Mentoso, dan akhirnya petugas kembali pulang. Pada prtroli sebelumnya, petugas mencopot 86 spanduk dan banner. (Aim)

 

 

Dibaca : 7330x
FB
Ada 1 komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Kamis, 22 Februari 2018 22:41
semangant warga Remen dan Mentoso, <strong>bertani</strong> adalah harga mati, jika pabrik angkuh berdiri maka warga sekitar akan hanya menjadi penonton abadi. Mempertahankan ruang hidup sama halnya dengan memperjuangakan kemerdekaan negeri ini dari kolonial penjajah,
warmin
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>