Selasa, 26 Maret 2019
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

CSR Satu Pintu, Pemdes Gayam Berharap Proses Birokrasi Dipermudah

Editor: samian
Selasa, 12 Maret 2019
dok SBU
Kades Gayam, Winto.

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Pemerintah Desa (Pemdes) Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengaku belum ada sosialisasi atau pemberitahuan secara resmi terkait pengajuan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang diterapkan satu pintu yakni melalui Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda).

"Sampai saat ini belum ada sosialisasi perihal program CSR satu pintu," kata Kepala Desa (Kades) Winto, kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (12/3/2019).

Meski belum ada pemberitahuan baik dari Pemkab maupun operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), namun tetap menghormati keputusan Pemkab Bojonegoro terkait hal itu.

"Kalaupun memang harus melalui Bappeda, kita setuju-setuju saja," ungkap kades ring satu Lapangan Minyak Banyuurip ini.

Hanya saja, jika memang benar pengajuan program CSR harus satu pintu melalui Bappeda pihaknya berharap proses birokrasinya tidak dipersulit tapi harus dipermudah.

"Kami setuju jika harus melalui Bappeda, syaratnya proses birokrasinya dipermudah ya," imbuhnya.

Selama ini, program CSR yang diberikan oleh EMCL melalui mitra-mitranya tidak pernah tumpang tindih dengan kegiatan lainnya yang ada di dalam APBDdes. Justru, program CSR yang diberikan kepada warga sekitar Lapangan Banyuurip, selama ini membantu yang belum tercover dalam anggaran desa.

"Sangat tidak mungkin jika program CSR tumpang tindih dengan pembangunan yang ada di dalam APBDes," tegas Winto.

Sementara itu, tahun ini Pemdes Gayam telah mengajukan beberapa program CSR kepada EMCL diantaranya pavingisasi jalan, pemberdayaan masyarakat, dan perbaikan pasar desa.

Sebelumnya, Kepala Bappeda Bojonegoro, I Nyoman Sudana, mengungkapkan, telah memberikan himbauan kepada semua desa sekitar industri migas untuk mengajukan program CSR hanya satu pintu bukan langsung ke operator migas.

"Tujuannya supaya tidak ada program yang tumpang tindih antara CSR dengan anggaran yang berasal dari APBD," pungkasnya.(rien)

Dibaca : 357x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>