Kamis, 18 Oktober 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Cuaca Sekitar Ladang Migas Bojonegoro Capai 41 Derajat Celcius

Editor: samian
Jum'at, 12 Oktober 2018
Ririn Wedia
Kepala DLH Bojonegoro, Nurul Azizah.

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Musim kemarau tak hanya mengeringkan sumber air di sebagian wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, saja. Tetapi juga suhu cuaca panas pun mampu ditimbulkan. Namun disisi lain keberadaan proyek minyak dan gas bumi (Migas) di Bumi Angling Dharma ini juga tak bisa dipadang sebelah mata untuk kemunculan panas.

Seperti yang disebutkan pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro. Bahwa cuaca di wilayah ring 1 Lapangan minyak Banyuurip, Blok Cepu, Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, sekarang ini mencapai 41 derajat celcius.

"Sementara di seputaran kota Bojonegoro suhunya 39 derajat celcius," kata Kepala DLH Bojonegoro, Nurul Azizah, kepada Suarabanyuurip.com, Jumat (12/10/2018).

Menurut mantan Camat Kalitidu ini, tingginya cuaca di Bojonegoro termasuk sekitar Blok Cepu, dikarenakan kurangnya jumlah pepohonan. Sehingga harus ada tindak lanjut untuk mengatasi permasalahan ini.

"Tindak lanjutnya, ya dengan meningkatkan program penghijauan," ungkap wanita berhijab ini.

Untuk tahun 2019, DLH tidak bisa menganggarkan dengan jumlah besar untuk program penghijauan. Oleh sebab itu, pihaknya meminta bantuan dari operator migas atau Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) untuk memberikan program penghijauan.

"Kami akan follow up lagi, agar semua K3S di Bojonegoro memberikan program penghijauan," tegasnya.

Dari hasil rapat sebelumnya, untuk operator Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) sepakat memberikan 10.000 bibit pohon untuk ditanam. Sedangkan operator Jambaran-Tiung Biru (J-TB) Pertamina EP Cepu (PEPC) sebanyak 6000 bibit pohon.

"Sementara untuk operatornya Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Pertamina EP Asset 4  baru akan kami surati," tukas ibu dua anak ini.

Terpisah, Ketua Komisi D, M Fauzan, menegaskan, harus ada upaya dari semua pihak terhadap perubahan lingkungan yang ada di Kabupaten Bojonegoro, salah satunya meningkatnya suhu cuaca yang mencapai 40 derajat celcius lebih.

"Kami mendorong, supaya perusahaan migas di Bojonegoro bisa ikut serta menyumbangkan program penghijauan," tandas Politisi asal Partai Demokrat ini.

Menurut pria asal Desa Bareng, Kecamatan Ngasem, jumlah pepohonan sekarang ini terus berkurang dan harus mulai melakukan penanaman kembali atau reboisasi.

"Tidak hanya tanggung jawab Pemkab Bojonegoro saja, namun juga Perhutani, serta operator migas yang dirasa mampu untuk memberikan program corporate social responsibility (CSR) nya," ujar pria bertubuh jangkung ini.

Di lain pihak, General Manager Pertamina EP Asset 4, Agus Amperiyanto, mengaku, belum mendapatkan surat permohonan program penghijauan dari DLH. Akan tetapi, untuk memberikan program tersebut akan diselaraskan dengan program penghijauan yang pertamina sudah punya.

"Dan prinsipnya mereka bagian dari integrasi komitmen CSR Pertamina yang fokus pada Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan dan Makro Ekonomi," pungkas Agus.

Sementara PGA and Manager PEPC, Kunadi serta Juru Bicara dan Humas EMCL, Rexy Mawardijaya, belum memberikan konfirmasinya terkait ini. Pesan singkat yang dikirimkan suarabanyauurip.com hingga berita diturunkan belum ada balasan.(rien) 

Dibaca : 290x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan iklan
iklan