Rabu, 22 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Misteri Dibalik Batu Raksasa Alun-alun Bojonegoro

Datangkan Belasan Paranormal, 10 Hari Baru Terangkat

Editor: nugroho
Selasa, 06 Januari 2015
12
d suko nugroho
BATU BELUK : Para pekerja ketika sedang berusaha mengangkat batu raksasa di Dusun Sukun, Desa Sambongrejo.
SuaraBanyuurip.com
batu beluk-2

SuaraBanyuurip.com

Pengambilan batu raksasa yang akan digunakan hiasan Alun-alun Bojonegoro, Jawa Timur, menyimpan misteri. Butuh campur tangan paranormal dan kyai untuk bisa mengangkatnya.

Batu berukuran 5x4 meter dengan tinggi 4 meter yang terletak di Dusun Sukun, Desa Sambongrejo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro, tak lagi menancap kokoh di pinggir jalan desa setempat. Batu itu telah berhasil diangkat dan dinaikkan trailer. Rencananya batu itu akan di bawa ke Alun-alun Bojonegoro untuk prasasti. 

Namun tak mudah untuk mengangkat dan mengangkut batu dengan berat antara 50 sampai 60 ton itu. Karena selain medan yang sulit, ada sisi mistis yang menyelimuti batu raksasa tersebut.

Konon, menurut cerita warga setempat, batu tersebut telah berusia ratusan tahun. Keberadaan batu itu pun penuh misteri. Munculnya batu berwarna putih kecoklatan itu diketahui sesepuh warga Sukun seperti gumpalan asap putih.

"Kemudian warga di sini sampai saat ini menyebutnya Watu Beluk," kata Priyono, (53), warga setempat saat menyaksikan proses pengangkatan batu.

Meski telah berusia ratusan tahun, namun Batu Beluk tak dituakan oleh warga Sukun. Karena itu, warga setempat tak pernah menggelar ritual di batu tersebut. 

Namun demikian, pada proses pengangkatan Batu Beluk muncul sejumlah peristiwa aneh di luar nalar manusia. Salah satunya terputusnya tali baja pada mesin crane saat sedang mengangkat batu tersebut.

Peristiwa itu terjadi ketika tanah sekitar Batu Beluk telah dilubangi sedalam sekira satu meter untuk memudahkan mesin crane mengangkatnya. Tapi justru yang terjadi batu menancap semakin kokoh seperti tak mau diangkat. Beberpa kali operator crane mencoba mengangkat batu tersebut dengan kawat baja yang dikaitkan pada batu. 

Hasilnya, batu tetap tak dapat dipindahkan ke trailer. Sempat terangkat setinggi sekira 20 centi meter (CM), batu kembali jatuh karena kawat baja terputus. Sehingga menimbulkan suara cukup keras diserta dengan gempa di sekitar lokasi.

Padahal, secara logika, seharusnya crane itu dapat mengangkat Batu Beluk. Karena kekuatan crane melebihi dari berat batu.

Melihat kejanggalan itu, akhirnya sejumlah paranormal dan kyai didatangkan untuk membantu melihat hal gaib yang ada di Batu Beluk. Mereka melakukan ritual setiap tengah malam mengeliling batu.

"Kemarin ada sekitar 15 paranormal dan kyai yang melakukan ritual di sini," ujar Priyono, mengungkapkan. 

Dalam ritual itu paranormal mengaku melihat ada penunggu (mahkluk halus) di Batu Beluk. Penunggunya bukan hanya satu, melainkan banyak. Beberapa syarat pun digunakan dalam ritual. Di antaranya menggelar selamatan dengan melengkapi sesaji seperti jajanan pasar, kembang setaman, dan pembakaran dupa. 

"Bahkan ada paranormal yang sempat memperoleh batu akik. Katanya ada banyak batu akik di Batu Beluk itu," ucap Priyono.

Usai ritual, proses pengangkatan pun kembali dilanjutkan. Hasilnya tetap gagal. Bahkan mesin crane mengalami kerusakan. Akhirnya didatangkan lagi satu mesin crane ke lokasi dan batu Beluk baru dapat diangkat dan dinaikkan ke trailer. Pengangkatan batu ini sendiri membutuhkan waktu sepuluh hari.

Karena yang masih tertinggal di batu rajanya, makanya banyak mahkulk halus yang ingin ikut menempel di batu itu
"Kami tak bisa memindahkan semua penunggu di batu itu. Masih ada satu penunggu yang tak mau dipindah. Dia adalah raja yang menunggu batu itu," sambung salah satu paranormal yang meminta namanya tak disebutkan.

"Dalam komunikasi yang saya lakukan, katanya, dia ingin terus menunggu batu itu. Tapi dia sudah berjanji tidak menggangu manusia jika batu itu diletakkan di Alun-alun," ucap paranormal lainnya.

Tak berhenti di situ saja. Gangguan gaib mengiringi perjalanan pengangkutan Batu Beluk menuju Alun-alun Bojonegoro yang berjarak sekira 70 kilo meter (Km). Yakni ketika perjalanan baru mencapai dua kilo meter dari lokasi pengangkatan, trailer yang mengangkut Batu Beluk macet.

Tepatnya di dekat makam yang dikenal warga Dusun Sukun sebagai makam orang Partai Komunis Indonesia (PKI). Di makam itu konon hanya ada tiga lubang tapi untuk pemakaman massal orang-orang PKI. 

"Karena yang masih tertinggal di batu rajanya, makanya banyak mahkluk halus yang ingin ikut menempel di batu itu," sambung Juari, (35), warga lainnya. 

Akhirnya ritual pun kembali dilakukan di tempat itu. Setelah ritual, kepala trailer diberi sebuah sapu kerik (dari daun kelapa) oleh para normal dan kyai. Konon sapu kerik ini untuk mengusir para mahkluk halus yang ingin ikut menempel di Batu Beluk.

"Kepala truk gak kuat menarik beban. Akhirnya dihentikan sementara. Ini lebih disebabkan karena medannya yang sulit, penuh tanjakan dan berliku," tegas salah satu Konsultan proyek pengangkutan Batu Gondang, Kordianto dikonfimasi terpisah.

Jika kondisi medan tak sulit, dipastikan trailer tersebut dapat berjalan lancar. Karena kemampuan trailer yang digunakan dapat menarik beban 100 ton. Sedangkan berat Batu Beluk hanya antara 50 sampai 60 ton. Pergantian kepala trailer pun dilakukan. Pengangkutan batu kembali dapat berjalan.

"Tapi sekarang berhenti lagi di Pos Perhutani pintu keluar keluar Kecamatan Gondang karena harus mengganti kampas," kata Kordianto dihubungi suarabanyuurip.com, Selasa (6/1/2014).

Karena itu pula belum bisa dipastikan pengangkutan Batu Beluk kapan akan tiba di Alun -alun Bojonegoro.

Senada juga sampaikan Camat Gondang, Dandi. Menurut dia, sulitnya pengangkatan dan pengangkutan batu besar dari Desa Sambongrejo itu lebih disebabkan karena medan yang sulit. 

"Kalau untuk cerita batu itu sendiri saya kurang tahu. Karena baru menjabat di sini," timpal mantan Camat Malo itu.

Pengangkatan dan pengangkutan Batu Beluk ini menjadi tontonan warga dari dalam dan luar desa. Setiap hari warga bendong-bondong menyaksikan proses pengangkatan. Bahkan pengangkutan batu itu juga menjadi perhatian warga di sepanjang jalan yang dilewati.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Bojonegoro, Soehadi Moeljo didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Andi Tjandra sempat menyaksikan proses pengangkutan Batu Beluk.(d suko nugroho)   

Dibaca : 2785x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan
iklan