Minggu, 19 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Dengan Pro Mama Asih Layanan Kesehatan Lebih Terbuka

Editor: nugroho
Sabtu, 14 Oktober 2017
ririn wedia
TINGKATKAN SDM : Narasumber utama Imam Fahrudin menjelaskan tentang managemen konflik dalam sebuah pelayanan kesehatan.

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), mendukung penuh Program Maklumat Bersama Pelayanan Bersih atau disebut Program Maklumat Bersama Pelayanan Bersih (Pro Mama Asih) yang dilakukan di Puskesmas Gayam dan Pungpungan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur,  oleh IDFoS Indonesia.

"Program ini juga menyukseskan Rencana Aksi Open Government Parthnership atau OGP Pemerintah Kabupaten Bojonegoro," kata Direktur Utama IDFoS Indonesia, Joko Hadi Purnomo. 

Dengan program ini diharapkan mampu membentuk pelayanan kesehatan yang terbuka dan partisipatif. Sehinggga pelayanan di masing-masing puskesmas menjadi berkualitas dan memuaskan semua pihak.

Upaya ini dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan beragam unsur organisasi,

masyarakat desa wilayah puskesmas dalam wadah forum. Puskesmas, masyarakat pengguna atau tokoh masyarakat dari desa wilayah puskesmas, organisasi masyarakat sipil yang berada di wilayah puskesmas sangat berperan dalam forum tersebut.

"Acara ini diikuti dua puluh orang dari Puskesmas Gayam dan Pungpungan di Hotel Bonero selama dua hari," lanjutnya.

Joko mengungkapkan, untuk menyesuaikan kondisi masyarakat saat ini yang semakin kritis, maka birokrasi publik dituntut harus dapat mengubah posisi dan peran  dalam memberikan layanan publik. 

Dalam program ini dilatih bagaimana dari yang suka mengatur dan memerintah berubah menjadi suka melayani, dari yang suka menggunakan pendekatan kekuasaan, berubah menjadi suka menolong menuju kearah yang fleksibel kolaboratis dan dialogis, dan dari cara-cara yang sloganis menuju cara-cara kerja yang realistic pragmatis. 

Dengan revitalitas birokrasi publik terutama aparatur pemerintah daerah ini diharapkan pelayanan publik yang lebih baik dan professional dalam menjalankan apa yang menjadi tugas dan kewenangan yang diberikan kepadanya dapat diwujudkan.

Tujuan umum dari pelatihan ini diantaranya memberikan pemahaman mengenai keterbukaan, partisipatif dan bersih dalam pelayanan,  memberikan pemahaman dalam mengelola organisasi dan menjadikan Puskesmas menjadi layanan kesehatan yang partisipatif dan bersih yang berkualitas untuk kepuasan masyarakat.

"Juga memberikan pemahaman tentang cara mempublikasikan kegiatan melalui media IT," pungkas Joko.(rien)

Dibaca : 165x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan
iklan