Desa Bajo Jadi Pusat Belajar Pertanian

CSR Pertamina EP Asset 4 Field Cepu

Selasa, 09 Juli 2019, Dibaca : 352 x Editor : samian

Ahmad Sampurno
TINGKATKAN EKONOMI : Pembukaan Pelatihan PSRLB tahap II, program CSR Pertamina EP Asset 4 Field Cepu di Desa Bajo.


SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora - Pelatihan Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSRLB) tahap II, mulai dilksanakan. Sebagai pengembangan PSRLB tahap pertama yang penerima manfaatnya hanya di sekitar sumur NKT-01 TW, Desa Bajo, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Program Corporate Social and Responsibility (CSR) Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, sekarang ini diikuti warga dari lima desa sebagai penerima manfaat. Diantaranya Desa Bajo, Desa Sogo, Desa Ngraho, Desa Tanjung Kecamatan Kedungtuban. Serta wilayah ring-1 Blok Gundih, Desa Sumber, Kecamatan Kradenan.

Baca Lainnya :

    Goverment and Public Reltions Staff Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Intan Anindita Putri, menyampaikan, bahwa pelatihan yang diberikan tidak jauh beda dengan pelatihan tahap 1. Pihaknya bersukur penerima manfaat bertambah luas. Terutama, Desa Bajo menjadi pusat belajar pertanian organik dengah hasil yang telah dirasakan. Sehingga pertanian di Blora bisa semakin maju dan berkembng.

    "Gizi buruk semakin berkurang, dengan adanya makanan organik dan lingkungan juga semakin baik," kata Intan saat pembukaan Pelatihan PSRLB tahap II di Balai Desa Bajo, Selasa (9/7/2019).

    Baca Lainnya :

      Camat Kedungtuban, Martono, menyambut baik program tersebut. Ini adalah salah satu terobosan dari Pertamina yang mengena langsung di masyarakat.

      "Insyaallah hasilnya bisa dinikmati masyarakat," ujarnya.

      Dia berharap warga belajar bisa mempengaruhi warga lain tempat mereka tinggal. "Mari Sehat bersama. Kami pibadi sudah menikmati beras organik dari bumi Bajo. Rasanya enak," ucap Mantan Sekcam Cepu ini.

      Sebagaimana diketahui, program CSR Pertanian itu berhasil meningkatkan produktifitas pertanian di Desa Bajo. Dilakukan panen perdana pada Januari 2019 lalu. Sebagai hasil dari pelatihan yang dilaksanakan pada 4 Juni 2018 lalu. Yaitu pelatihan pertanian sehat ramah lingkungan berkelanjutan (PSRLB). Yang dilakukan juga pendampingan dan monitoring rutin setiap bulannya selama satu tahun program.

      Secara garis besar, program PSRLB yang pernah dilakukan itu terbagi menjadi tiga bagian yakni budidaya padi organik (SRI organik), sayuran organik, dan pemanfaatan tanaman obat keluarga (toga).(Ams)

       

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more