Minggu, 19 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Desa Kalen Jadi Tempat Strategis Pengembang Biakan Sapi

Editor: samian
Jum'at, 25 Agustus 2017
Ahmad Sampurno
LOMBA : Camat Kedungtuban, Dasiran berfoto dengan salah satu sapi yang dilombakan pada Kamis (24/8/2017).

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora - Desa Kalen, Kecamatan Kedungtuban, Blora, Jawa Tengah, diklaim menjadi lokasi yang strategis untuk pengembangan biakan sapi. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya populasi yang sapi ada di desa tersebut.

Camat Kedungtuban, Dasiran, menyatakan, jika Desa Kalen adalah salah satu desa yang memiliki populasi sapi cukup besar. "Kalen menjadi tempat yang berpotensi untuk mengambangkan sapi. Mengingat lokasinya yang strategis dan dekat dengan hutan, sehingga mudah untuk mendapatkan pakan ternak," kata Dasiran, kepada suarabanyuurip.com, Jumat (25/8/2017).

Menurutnya, di wilayah Kedungtuban ada lima desa yang mempunyai populasi sapi cukup besar. Diantaranya, Desa Kalen, Desa Ngraho, Desa Nglandean, Desa Kedungtuban, dan Desa Galuk.

"Namun Kalen yang paling strategis," terangngya.

Sementara, Sujidro, Kepala Desa Kalen, membenarkan jika populasi sapi di desanya cukup besar. "Sekira 750 ekor sapi tersebar," katanya.

Dia mengklaim, jika sapi di desanya menjadi paling banyak di wilayah Kabupatan Blora. "Karena memang di sini menjadi tempat yang strategis untuk pengembangan ternak sapi," jelasya.

Pihaknya berharap kepada pemerintah, jika ada program yang berkaitan dengan ternak sapi, bisa melibatkan warga Desa Kalen.

"Atau bisa dipusatkan di sini, karena dekat hutan dan mudah cari pakan," kata dia.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakikan) Blora Wahyu Agustini, menerangkan, bahawa di Blora memiliki potensi jumlah sapi di Jawa Tengah dengan jumlah 222 ribu ekor lebih di akhir 2016.

"Potensi ini harus terus dikembangkan, salah satunya dengan mengadakan lomba yang bertujuan untuk menyemangati para peternak dalam memelihara sapinya agar bisa tumbuh dengan baik dan benar. Sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih baik,” ucapnya.

Ia mengajak para peternak untuk tidak menjual sapi ketika lepas lahir atau masih “pedet”, namun ditunda jual untuk dipelihara dengan baik sehingga memiliki nilai jual yang lebih baik. (ams)

Dibaca : 198x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan
iklan