Minggu, 18 November 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Dewan Soroti SPBE di Bojonegoro

Editor: mugito
Selasa, 27 November 2012

SuaraBanyuurip.com - Ririn W

Bojonegoro – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, Jawa Timur, menyoroti Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) di wilayah Bojonegoro. Sebab semua pegawai bahkan agen yang menyalurkan produksi SPBE di toko-toko besar berasal dari luar daerah, bukan warga Bojonegoro.

“Ini jelas telah melanggar peraturan daerah (Perda) No.23/2011 tentang konten local. Karena tidak memaksimalkan tenaga kerja local,” kata Ketua DPRD Bojonegoro Suyuti kepada SuaraBanyuurip, Selasa (27/11/2012).

Sesuai data yang diterima dewan, para pegawai di SPBE yang beroperasi di Bojonegoro berasal dari Jakarta. Seperti SPBE di Kecamatan Kalitidu dan Kecamatan Kapas.

Suyuti meminta, kepada Pertamina yang mengelola SPBE ini segera melakukan koordinasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro agar mengetahui bahwa ada Perda Konten Lokal yang harus dipatuhi.

“Selama ini mereka beroperasi begitu saja, tanpa ada koordinasi. Dalam waktu dekat ini kami akan melakukan sidak ke SPBE disini,” tegas Politis Parta Amanat Nasional (PAN).

Bukan hanya itu, dia juga menilai Perda No. 23/2011 tentang Konten Lokal yang disahkan sethun lebih belum berjalan maksimal. Buktinya, kata dia, hingga saat ini semua operator migas dan kontraktornya belum melakukan apa yang telah diamanahkan didalam Perda, bahkan masih banyak pelanggaran.

Seperti masih terlihat banyaknya kendaraan operasional yang digunakan operator maupun kontraktor migas yang berplakat luar Bojonegoro dan kendaraan proyek yang melebihi muatan di proyek Lapangan Banyuurip,Blok Cepu yang di operatori Mobil Cepu Limited.

“Juga masalah tenaga kerja lokal yang belum dimaksimalkan. Meskipun kita tahu banyak kualifikasi yang tidak terpenuhi, justru itulah yang seharusnya mereka berperan serta bagaimana agar konten lokal bisa ikut terlibat,” tegasnya.

Selain itu, lanjut Suyuti, seharusnya program corporate social responsibility (CSR) yang dimiliki operator dan kontraktor migas di Bojonegoro ini dapat diarahkan pada pemberian pelatihan tenaga kerja yang tersedia untuk meningkatkan kemampuan masyarakat yang masih minim.

“Dengan begitu mereka memiliki daya saing,” tandas Suyuti. (rin/suko)

Dibaca : 1871x
FB
Ada 2 komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Senin, 19 Mei 2014 22:08
Cuma soroti aja
maxs_ribets
Rabu, 15 Mei 2013 10:42
aku juga minat kerja di SPBE
lukywijaye
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan