Rabu, 19 September 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Diam-diam Mucikari Hidupkan Lokalisasi Ngomben Tuban

Editor: samian
Sabtu, 01 September 2018
Ali Imron
RAZIA LOKALISASI : Salah satu PSK di lokalisasi Ngomben diamankan petugas gabungan.

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban- Lama tak ada kabar, lokalisasi di Dusun Ngomben, Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, akhirnya terbongkar berkat kekompakan semua stakehokder terkait.

Sekalipun secara resmi sudah dilarang operasi oleh tiga pilar Kecamatan termasuk Pemerintah Desa (Pemdes) setempat, tapi masih ada seorang mucikari yang diam-diam mempekerjakan tujuh Pekerja Seks Komersial (PSK) dari Jawa Tengah (Jateng) dan Jatim.

"Mereka semua hari ini sudah dikirim ke panti dengan dikawal tiga anggota Satpol PP," ujar Kepala Satpol PP Tuban, Heri Muharwanto, kepada Suarabanyuurip.com.

Heri sapaan akrabnya, menjelaskan, mereka terbukti PSK sehingga dikirim di panti rehabilitasi Kediri. Kalau tidak terbukti sesuai aturan, akan diberikan pembinaan dan membuat surat pernyataan tidak mengulangi lagi dengan diketahui kepala desa dan camat setempat.

Data yang dihimpun dari Satpol PP Tuban, Mucikari tersebut bernama Yulianti. Selain sebagai mucikari, perempuan asal Dusun Bogor Kerep, Desa Sukolilo juga sebagai PSK kalau ada yang boking.

Ketujuh PSK anak buah Yulianti meliputi, Hanik Rosidah asal Pati, Jateng, Kusniatin dari Jepara, Jateng, Lasmirah asal Kecamatan Bancar, Moesaroh dari Jepara, Jateng, Umi Ulandari asal Blora, Jateng, Susiana asal Bangkalan, dan Yanti Ulandari dari Rembang, Jateng.

Saat digerebek petugas, salah satu PSK ada yang membawa anaknya. Setelah Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Tuban koordinasi dengan panti Kediri, semua bisa di tampung disana biar anak tersebut tidak terpisah dengan ibunya.

Menurut Dinsos PPPA lebih kasihan, kalau anaknya diajak kerja seperti ibunya. Sebagai penegak Perda, Satpol PP hanya menyerahkan ke instansi terkait. Dinsos PPPA yang menindaklanjuti berikutnya untuk mengentas mereka.

"Kita berharap di panti ada penanganan khusus untuk anaknya, biar buahnya jatuh jauh dari pohonnya," terangnya.

Sementara, Kepala Dinsos PPPA Tuban, Nurjannah, membenarkan telah mengirimkan mucikari, tujuh PSK, dan anak laki-laki ke panti Kediri. Mereka disana akan direhabilitasi supaya tidak kembali ke profesinya yang melanggar Perda.

"Anak laki-laki tersebut disana disekolahkan, harapannya tidak meniru perbuatan ibunya," sambungnya.

Mantan Camat Jenu ini, mengaku, sering mengirim PSK ke Kediri setelah ada petugas operasi. Dalam setahun terakhir, kerap ada PSK yang terjaring tetapi jumlah pastinya tidak ingat.

Di ketahui, setelah titik titik rumah yang menyediakan PSK dipetakan oleh Pemdes, petugas gabungan Satpol PP, TNI, dan Polri langsung menggelar operasi pada Jumat (31/8) malam kemarin. Penertiban tersebut tepat sasaran, dan hasilnya mucikari dan tujuh PSK bersama anaknya diringkus petugas.(Aim)

Dibaca : 18662x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan