Minggu, 18 Agustus 2019
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Diduga Cemburu, Suami Habisi Teman Sendiri

Editor: nugroho
Senin, 02 Desember 2013
ali musthofa
OLAH TKP : Petugas Polsek Cepu melakukan olah TKP pembunuhan di warung di Desa Kentong.

SuaraBanyuurip.com - Ali Musthofa

Blora – Sutrisno, warga Desa Cabean, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah ditemukan tewas bersimbah darah di salah satu warung di Desa Kentong, Minggu (1/12/2013) sekira pukul 21.00 WIB. Diduga korban tewas dibunuh Sujak, suami pemilik warung.

Mayat korban pertama kali ditemukan Khomsatun dalam kondisi terbujur kaku bersimbah darah persis dipintu masuk warung yang juga sebagai rumah tempat tinggalnya.

Informasi yang diperoleh di lapangan menyebutkan, peristiwa tragis itu bermula saat korban datang bersama temannya, Yono, di warung milik pelaku. Malam itu, korban berencana “nyuloh” (mencari) burung dan lebih dulu singgah di warung milik pelaku untuk membeli es.

Karena Khomsatun saat itu sedang tidur, Sujak kemudian menyajikan pesanan korban. Setelah itu pelaku kembali ke belakang dan mengambil sebuah linggis. Setelah kembali kedepan, tiba-tiba pelaku dengan membabibuta memukulkan linggisnya ke kepala korban.

Korban yang saat itu bersama Yono melihat televisi tak dapat mengelak karena tak menyangka akan mendapat pukulan dari pelaku. Akibatnya korban langsung jatuh tersungkur dan bersimbah darh. Sementara Yono, yang melihat temannya dipukulli, tak bisa berbuat banyak karena pelaku sudah diselimuti amarah yang memuncak.

Namun, paska kejadian pemukulan itu, pelaku langsung meminta Yono untuk mengantarkannya ke Polsek Cepu untuk menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatanya.

Menurut penuturan sejumlah warga di sekitar lokasi kejadian, motif yang melatarbelakangi aksi penganiayaan yang berujung tewasnya korban ini karena rasa cemburu. Sebab istri pelaku sering digoda korban. Tak hanya itu, pelaku juga merasa jengkel karena sering di ejek korban.

"Mungkin karena cemburu. Soalnya isterinya sering diajak ngobrol atau digoda korban," kata Hari, warga Kentong yang juga tetangga pelaku.

"Kasian juga anak-anak dan isterinya yang ditinggalkan. Apalagi korban punya 3 anak yang satu sudah sekolah SMA, satunya masih SMP, dan satu masih SD," tambah Hari.

Sementara itu, M. Dahlan memberikan versi beda. Pria yang juga tetangga pelaku itu, mengungkapkan, aksi sadis yang dilakukan pelaku itu dikarekanakan canda yang sering keblabasan. Karnan Sujak merupakan orang yang pendiam.

"Korban dan pelaku sebetulnya teman dekat. Mungkin karena sering bercanda dan terkadang berlebihan membuat pelaku marah dan mengambil tindakan nekat itu," katanya.

Saat ini kasus tersebut sudah ditangani Polsek Cepu.  Setelah selang setengah jam dari kejadian itu petugas yang dipimpin langsung Kapolsek Cepu, AKP I Gusti Putu Adi Wirawan dating kelokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara(TKP).

Kemudian mayat lelaki paruh baya itu diangkat ke mobil patroli menuju Rumah Sakit Umum Dr. R. Soeprapto Cepu untuk dilakukan Visum.(ali) 

Dibaca : 2670x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan