Sabtu, 17 November 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Polemik Pembebasan Lahan Kilang Tuban

Diduga Format Surat Pernyataan Buatan Bank BNI

Editor: samian
Rabu, 04 Juli 2018
Ali Imron
Salinan surat pernyataan Kades Remen yang diperoleh SuaraBanyuurip.com.

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban - Kepala Desa (Kades) Remen, Eko Prasetyo, maupun Camat Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Midun Riza Moh Maftuchin, mengaku, hanya tandatangan dan bersumpah tidak pernah membuat surat pernyataan berlogo pemerintah desa (Pemdes) persetujuan pembebasan lahan Kilang NGRR Tuban yang beredar di masyarakat. Diduga kuat format tersebut yang membuat pihak Bank BNI Cabang Tuban.

“Saya hanya tanda tangan dan tahu-tahu surat itu sudah jadi,” ujar Camat Jenu, Midun Riza Moh Maftuchin, saat dikonfirmasi suarabanyuurip.com, Rabu (4/7/2018).

Reza sapaan akrabnya, membenarkan jika ada pihak perbankan BNI yang minta izin darinya mencari nasabah di Desa Remen dan Mentoso. Waktu surat itu disodorkan, Reza tidak jadi tanda tangan terlebih dahulu karena prosedurnya harus diteken kades.

Lain hari, perwakilan BNI datang kembali dan menyerahkan dua surat pernyataan bertandatangan Kades Remen dan Mentoso berstempel dan bermaterai 6000. Tanpa meneliti dulu kalau berkaitan pembebasan lahan Kilang, mantan Camat Bangilan ini langsung menandatangai dan menyetempelnya.

“Waktu itu saya kira sudah tidak ada persoalan karena sudah ada tanda tangan Kades,” jelasnya.

Selain BNI, Camat Jenu juga pernah didatangi pihak Bank Jatim. Tujuannya sama, yakni mencari nasabah di desa ring 1 proyek kilang patungan Pertamina-Rosneft Oil Company asal Rusia di wilayahnya.

Pihaknya mengaku, sudah berkoordinasi dengan pimpinan Bank BNI Cabang Tuban. Apabila warga meminta penjelasan pihak BNI, Camat Reza izin pihak BNI mengirimkan wakilnya.

Baginya persoalan ini harus segera diselesaikan. Apabila warga Remen-Mentoso akan unjuk rasa di kantor Kecamatan Jenu pada Jumat (6/7) besok, pihaknya akan menyambutnya dengan tangan terbuka.

“Saya pasti jelaskan kronologi surat itu sampai ada tanda tangannya,” terangnya.

Dikonfirmasi terpisah, Pimpinan Bank BNI Cabang Tuban, Bintara, membenarkan jika format surat keterangan itu dibuat olehnya. Dalam surat tersebut, BNI hanya menawarkan jika ada pembebasan disarankan melalui Bank BNI dan hanya itu maksudnya. BNI banknya pemerintah dan itu wajar kami tawarkan.

Adanya surat tersebut, pihaknya tidak bermaksud memaksa warga pemilik lahan. Sederhananya kalau setuju silahkan dijual, tapi kalau tidak setuju juga tidak menjadi persoalan.

“Setahu saya dimana-mana saya ikut pembayaran pembebasan lahan dibilang clear itu, kalau masyarakat sudah tanda tangan setuju,” sergah Bintara.

Ditegaskan pula, surat yang beredar itu hanya sebatas surat keterangan. Dimungkinkan karena ada bank lain yang merasa juga mau, barangkali menjadi kurang berkenan.

Selama ini, BNI juga memiliki pengalaman yang banyak untuk pembayar pembebasan lahan. Mulai pembebasan Kilang Minyak PT TPPI, proyek Ring Road, dan lain sebagainya. Pertamina sendiri merupakan nasabah dari BNI, sehingga akan lebih mudah pembayarannya melalui BNI.

“Tinggal pindah buku, sangat aman dan mudah,” imbuhnya.

Sebatas diketahui, BNI ditugaskan pemerintah untuk melaksanakan pembayaran program pemerintah khususnya di Jatim. Meliputi Bansos Kemensos, bantuan pangan non tunai (beras dan telor), kartu KUR Tani, Perhutanan Sosial Petani Persil, dan Program Indonesia Pintar (PIP).

BNI juga juga memiliki kantor besar, dan lokasinya ada didekat area pembebasan lahan Kilang Tuban. Tentunya akan mempermudah dan membantu pelaksanaan pembayaran tersebut.(Aim)

Dibaca : 4977x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan