Selasa, 26 Maret 2019
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Diduga Tenggelam, Anak 10 Tahun Meninggal Dunia

Editor: samian
Minggu, 24 Februari 2019
Ahmad Sampurno
PASANG POLICE LINE : Polisi sedang melakukan pemasangan garis polisi di lokasi kejadian perkara.

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora - Seorang anak perempuan bernama Alisa Rahma, berumur 10 tahun asal Desa Jimbung, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, ditemukan mengapung di kolam renang milik Mat Komari (60), warga RT/RW, 2/4, desa setempat.

Peristiwa yang mengejutkan warga sekitar tersebut terjadi pada pukul 09.30 WIB, saat korban mengisi hari libur bersama ibunya Nurhayati (30) berenang di lokasi kejadian, Minggu (24/2/2019).

Kanit Reskrim Polsek Kedungtuban, Iptu Jaikun, menyampaikan, peristiwa itu bermula saat korban turun ke air kolam untuk berenang. Kolam tersebut berukuran panjang 13 × 9,40 meter,  dengan kedalaman kolam 1 meter, dan 1,40 meter. Sementara air kolam tidak terisi penuh.

Korban merupakan pelajar kelas 4 SD di Desa Jimbung. Diduga korban tenggelam, karena tiba-tiba ditemukan Ibunya mengapung atau mengambang di kolam tempat kejadian, pada pukul 09.30 WIB.

"Ibunya langsung menyebur ke kolam renang melakukan pertolongan bersama saksi lainnya. Lalu mengangkat korban ke atas tepi kolam," kata Iptu Jaikun, kepada Suarabanyuurip.com.

Karena panik, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Cepu untuk mendapatkan pertolongan. Namun nyawa korban tak dapat diselamatkan.

"Oleh tim medis, korban dinyatakn meninggal dunia," ungkapnya.

Hasil pemeriksaan medis, korban meninggal dunia karena menyerap air yang berlebihan lewat hidung sehingga saluran nafas tak dapat berfungsi.

"Jadi korban tidak bisa bernafas, dan korban langsung dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan," ucapnya.

Iptu Jaikun menghimbau, para orang tua untuk menjaga serius anaknya saat berlibur, baik ke kolam renang maupun ke tempat wisata lainnya. Apalagi anak kecil harus diawasi ketat jangan sampai teledor agar keselamatan tetap terjaga.

"Kejadian ini bisa dijadikan contoh bagi masyarakat agar kejadian serupa tak terjadi lagi," imbuhnya. 

Terpisah, guru korban Siswadi menyampaikan, turut berduka atas meninggalnya korban. Semoga korban diterima disisiNya. Sedangkan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran.

"Dia salah satu murid di sekolah tempat saya mengajar, dia ini anaknya baik dan Lucu," kenang Siswadi yang juga warga Desa Bajo.(ams)

Dibaca : 6917x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>