Selasa, 21 Mei 2019
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Dilaporkan Manipulasi Data, Caleg Nasdem Akui Pernah Dipenjara

Editor: nugroho
Kamis, 09 Mei 2019
ririn wedia
LAPORAN : Ketua LSM Mliwis Putih Bambang Laras melaporakaj dugaan manipulasi data Caleg Nasdem ke Bawaslu Bojonegoro.

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Meliwis Putih mendatangi Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, untuk melaporkan dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan Dwi Priyoraharjo, calon legislatif (Caleg) DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) 3. 

Dwi Priyoraharjo diketahui merupakan Caleg Partai Nasdem. Ia memperoleh total suara 7.649 dari empat kecamatan yakni Kecamatan Sugihwaras, Kedungadem, Kepohbaru dan Baurno pada pencoblosan Rabu, 17 April 2019 lalu.

"Laporan ini tindak lanjut pengaduan dari masyarakat," kata Ketua LSM Meliwis Putih, Bambang Laras, kepada awak media, Kamis (9/5/2019). 

Bimbim, panggilan akrab Bambang Laras, menjelaskan dari laporan masyarakat yang diterima, Dwi Priyoraharjo, diduga telah memanipulasi data persyaratan caleg. Terlapor pernah dipidana dan sudah berkekuatan hukum tetap. 

Namun terlapor tidak mengumumkan status terpidana, dan tidak membuat pernyataan pernah dipidana sesuai model BB-1 untuk calon DPRD Kabupaten yang menerangkan bahwa yang bersangkutan pernah terpidana dengan ancaman pidana penjara lima tahun atau lebih.  

Padahal dalam UU No7/2017 pasal 240 (1) poin g dijelaskan, setiap bakal calon anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten atau Kota adalah warga negara Indonesia dan harus memenuhi persyaratan tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara lima tahun atu lebih.

Di aturan tersebut juga disebutkan kecuali secara terbuka dan jujur mengumumkan kepada publik bahwa yang bersangkutan adalah mantan terpidana dan bersangkutan tidak jujur dan mengumumkan ke publik.

"Yang bersangkutan telah sengaja melanggar Undang-undang Nomor 7 tahun 2017," tandasnya.

Diduga terlapor telah memanipulasi data persyaratan pencalonan sebagi anggota DPRD Bojonegoro yakni dalam surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) yang menyebutkan tidak pernah dihukum sama sekali. Sehingga mengakibatkan masyarakat tidak tahu jika yang bersangkutan pernah menjadi nara pidana.

"Akhirnya masyarakat tertipu dan banyak yang memilihnya," tuturnya.

Menanggapi laporan tersebut, Komisioner Bawaslu Kabupaten Bojonegoro, Zainuri, meminta kepada LSM Mliwis Putih untuk memenuhi persyaratan baik formil maupun materilnya.

"Jika dibutuhkan yang bersangkutan nanti akan dipanggil," sambungnya. 

Pihaknya saat ini masih mendalami aduan dugaan pelanggaran pemilu ini dengan mempelajari bukti-bukti. 

"Kalau syarat ketentuan sebagai caleg itu di KPU. Itu KPU diawal mencantumkan salah satunya SKCK dan surat tidak pernah dihukum harus ada," tandasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Dwi Priyoraharjo mengatakan tidak mengetahui adanya laporan terhadap dirinya. Meski demikian, ia mengakui jika pernah dipenjara selama empat bulan lebih. 

"Iya, memang pernah," ujarnya.  

Ditanya tentang dugaan manipulasi data di SKCK yang menyatakan bersih dari segala bentuk kejahatan atau tidak pernah dihukum, Dwi mengaku jika memang itu adanya. 

"Ya kalau SKCK itu, apa adanya ya. Memang kan butuh proses," pungkasnya.(rien)


Dibaca : 1128x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan