Senin, 25 September 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Dinkes Temukan NH3 Sekitar Gasuma

Editor: samian
Kamis, 17 Desember 2015
SuaraBanyuurip.com/Ali Imron
TEMUKAN NH3 : Kepala Dinkes Tuban, Saiful Hadi, mengaku tim dari Dinkes telah mencium bau gas NH3 di sekitar sumur Mudi.

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menemukan adanya gas Amoniak (NH3) yang menyebar disekitar PT Gasuma Federal Indonesia (GFI) setempat. Temuan tersebut merupakan hasil survei lapangan di Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Tuban, hari Selasa (15/12/2015) lalu.

Survei lapangan tersebut dilakukan lantaran sepekan terkahir mendapat keluhan warga sekitar sumur Mudi, atas bau busuk menyerupai kentut yang menyelimuti wilayah setempat.

“Tim mencium gas NH3 sekitar sumur Mudi,” kata Kepala Dinkes Tuban, Saiful Hadi, kepada Suarabanyuurip.com, ketika ditemui di ruang kerjanya, Kamis (17/12/2015).

Pihaknya menyebutkan, menyebarnya limbah pembakaran gas flare, akibat perubahan cuaca ekstrim yang tidak menentu. Salah satunya tingginya kecepatan angin, yang menerjang wilayah setempat dalam sebulan terakhir.

Hasil pantauan Dinkes, PT GFI mengelola gas flare dari sumur migas Mudi, Blok Tuban, sebenarnya sudah memiliki tempat pengelolaan limbah. Akan tetapi, akibat angin kencang, menyebabkan proses pengolahan limbah kurang sempurna.

“Pengolahan gas flare kurang sempurna mengakibatkan gas amoniak menyebar,” imbuhnya.

Terkait ambang batas keamanan gas tersebut, pihaknya masih berkoordinasi dengan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Tuban. Hasilnya segera ditindaklanjuti untuk keamanan dan kesehatan warga.

“Gas NH3 lebih berbahaya bagi anak-anak.” Katanya.

Apabila gas Amoniak tercium melebihi ambang batas, dampak jangka pendekanya menyebabkan mual, dan pusing kepala. Kemudian jangka panjangnya korban akan pingsan.

Pihaknya meminta tim GFI harus tanggap terhadap keluhan warga sekitar, karena warga Rahayu lebih mengetahui, dan merasakan dampak kebocoran gas NH3.

Diketahui, lokasi industri gas PT GFI berada di kompleks sumur mudi, Desa Rahayu. Perusahan tersebut di operatori oleh Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ).

Warga setempat telah lama mencium bau menyerupai kentut tersebut, dan bau lebih menyengat dalam sepekan terakhir bulan Desember 2015. (Aim)

Dibaca : 553x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan