Rabu, 19 September 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Dipolisikan Pendukungnya, Penghujat Manajer Persatu Menyesal

Editor: nugroho
Sabtu, 08 September 2018
ali imron
BERAKHIR DAMAI : Penghujat manajer Persatu minta maaf dan menyesal.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban- Gara-gara menghujat Manajer Persatu Tuban, Jawa Timur, Fahmi Fikroni  di media sosial Facebook, pemilik akun BLANC bernama Eka Arif Suryanto menyesal dan berjanji tak akan mengulangi perbuatannya. Penyesalan tersebut setelah yang bersangkutan dipolisikan oleh simpatisan atau pendukung Manajer Persatu.

“Saya mengaku salah nulis status itu,” ujar Eka Arif Suryanto, kepada suarabanyuurip.com, di unit 4 Satreskrim Polres Tuban, Jumat (7/9/2018).

Eka mengaku, menulis status yang isinya menghujat atas inisiatif sendiri, bukan suruhan orang lain. Status yang ditulis di beranda pribadinya tanggal 4 September 2018 itu, berbunyi “ Fikroni Iso Mimpin Persatu Po Raa....Ora Usah Dadi Manajer nek Mek Gaya Tok Wae.....Asuuuuuu...

“Saya minta maaf,” ucap pemuda yang diketahui gemar minum Toak di Desa Tegalagung, Kecamatan Semanding ini.

Terpisah, Manajer Persatu Tuban, Fahmi Fikroni, menyayangkan sikap dari Eka Arif Suryanto, karena sebagai pemuda masih memiliki masa depan yang panjang. Laporan ini saya cabut, karena secara pribadi tak ingin yang bersangkutan mendekam di balik jeruji besi.

“Pemilik akun Blanc ini sudah lama kenal saya, dan tidak sekali ini menghujat,” sambung salah satu pemegang saham di Persatu.

Roni sapaan akrabnya, mengaku semula tak mengetahui status yang berisi hujatan ke dirinya. Baru tahu setelah pendukungnya mengirimkan screenshot-nya.

Dilaporkannya penghujat ke polisi, sebagai bentuk pembelajaran bagi pengguna medsos yang lain. Sebagai manajer, Roni sangat terbuka dengan kritikan asalkan santun. Berbeda konteknya jika sudah mengkritik disertai kata-kata yang tak sopan.

“Ada kata Asuuuu...itu yang membuat pendukung saya tak terima,” jelasnya.

Usai orang tua yang bersangkutan bersama Kepala Desa Kembangbilo, Abdul Rohim dihadirkan di Mapolres Tuban, Roni memaafkan dan menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan. Selain itu, menasehati yang bersangkutan untuk bijak dalam bermedia sosial.

“Mari kita menjadi pengguna medsos yang bijak, jangan sampai jemari kita mengantarkan kita ke balik jeruji besi,” pungkasnya. (aim) 

Dibaca : 5257x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan