Kamis, 21 September 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Kiprah Heri "Rampok"

Dirikan LSM Beranggotakan Mantan Napi Hingga Jasa Konstruksi

Editor: nugroho
Kamis, 19 Juni 2014
SuaraBanyuurip.com
SUKSES : Heri Sucipto, Direktur CV Songgo Jagad saat berada di lokasi proyek pembangunan jembatan Ngasem - Sendangharjo.

SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Pernah menjadi napi bukan menjadi alasan untuk dikucilkan. Justru dengan memberinya kesempatan,  mantan napi pun bisa sukses mendirikan perusahaan.

Sekilas wajahnya terlihat sangar. Beberapa bekas luka goresan senjata tajam terlihat jelas di lengan dan anggota tubuh lainnya. Dia adalah Hery Sucipto atau biasa disapa Heri Rampok.

Warga Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, itu dulunya akrab dengan dunia preman. Berbagai tindak kejahatan pernah Ia lakoni sehingga selalu menjadikannya berurusan dengan aparat hukum.

Namun masa lalu kelam itu kini telah dikubur dalam-dalam. Dia tak lagi menjadi rampok, meski julukan itu masih melekat sampai sekarang. Heri telah memilih jalan hidup lurus. Jalan hidup yang lebih baik.  

Yakni menidirikan sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang diberi nama Satria Bojonegoro (Persatuan Masyarakat Cinta Bojonegoro). LSM ini sebagian besar beranggotakan mantan narapidana (Napi) asal Bojonegoro. Tujuan dari pendirian LSM Satria Bojonegoro ini ingin mengawal program pemerintah Kabupaten Bojonegoro dibawah pimpinan Bupati Suyoto dalam mensukseskan Bojonegoro sebagai lumbung pangan dan enenrgi.

"Kami siap berada digarda terdepan untuk menjadi pengaman proyek di setiap wilayah karena keberadaan anggota kami tersebar di setiap kecamatan se kabupaten Bojonegoro," ujar Hery Sucipto, Direktur Utama CV Songgo Jagad saat membuka perbincangan dengan suarabanyuurip.com, Kamis (19/6/2014).

"Kami hanya butuh penghidupan, kami tidak menganggu, kami siap berkolaborasi mendukung kemajuan Bojonegoro. Jangan kami di marginalkan tapi bimbinglah kami agar ikut berperan aktif dalam proyek APBD kabupaten maupun provinsi, APBN terlebih proyek migas,” lanjut dia bersemangat.

Tak berhenti disitu. Berbekal mengurus LSM bertahun –tahun, menjadikan Heri sarat pengalaman. Kemudian Ia pun mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi. Perusahaan yang diberi nama CV Songgo Jagad itu telah banyak berkecimpung di proyek besar seperti Banyuurip, Blok Cepu. Meskipun hanya sebagai subkontraktor, namun kian menambah pengalaman CV Songgo Jagad di dunia proyek.

Dengan pengalamannya itu, kini CV Songgo Jagad kembali dapat terlibat di sebuah proyek bernilai cukup besar. Yakni menjadi subkontraktor di pembangunan Jembatan Ngasem – Sendangharjo. Songgo Jagad menjadi subkontraktor Depayana Barokah Indah.

“Alhamdulillah PT Depayana sebagai pemenang tender jembatan ini sangat kooperatif dan care terhadap tenaga kerja lokal,” kata Heri.

Dalam pembangunan jembatan peninggalan Belanda itu, CV Songgo Jagad mendapat pekerjaan sebagai Manpower suplay (MPS). “Ini membuktikan kita dipercaya Depayana,” tegas Heri.

Pembangunan jembatan yang juga poros Kecamatan Ngasem – Dander, itu  menelan biaya sekira Rp5 milyar lebih. Jembatan ini nantinya memiliki lebar utama 5 meter dan masing masing sisi 1 meter untuk pejalan kaki.

Menurut Heri, pembangunan jembatan ini telah memberikan multiplier effect bagi masyarakat Ngasem dan Sendangharjo. Mulai dari penyerapan tenaga kerja, jasa penyewaan rumah, kebutuhan makan dan minum para pekerja. Untuk pembagian tenaga kerja, lanjut Heri, dilakukan secara adil antara dua desa tersebut. Artinya, jika Depayana membutuh sepuluh tenaga kerja maka akan diambil dari dua desa masing-masing lima orang.

“Saat ini banyak muncul warung dadakan. Sedangkan untuk para pekerja pembangunan jembatannya dari lokal, kecuali yang mempunyai skill,” terangnya berapi api sambil sesekali menghisap rokok kesukaannya. 

Disamping telah menggunakan kandungan lokal, dalam pembangunan jembatan ini juga ada transformasi ilmu dari PT Depayana kepada kontraktor lokal yang menjadi subkontraktornya.

“Ini bagian dari komitmen perusahaan untuk proses education construction” sambung Purwanto dan Slamet, dari PT Depayana yang diamini Wawan selaku Site Manager.

“Untuk penggerjaan pembesian ditanggani langsung oleh tenaga skill kami. Sementara yang lainnya akan kita kolaborasi dengan tenaga kerja lokal dengan tetap melibatkan engginer PT Depayana sebagai advisornya,” sambung Wawan menambahkan.

Sebelum pembangunan Jembatan Ngasem - Sendangharjo dimulai, CV Songgo Jagad juga mengerjakan jalan darurat atau jalan alternatif di desa Ngasem. Jembatan darurat ini dibangun akibat dampak dari pembangunan utama jembatan Ngasem.

“Kita tetap menghidupkan arus lalu lintas, namun ada penurunan kelas, artinya jembatan darurat hanya untuk roda dua sementara pengguna roda empat kita arahkan ke jalan altenatif terdekat,” imbuh Slamet. 

“Biar saja jembatan ini tetap ada untuk penghubung masyarakat sendangharjo dan Ngasem,” pinta beberapa ibu ibu rumah tangga yang menyaksikan proses pembangunan jembatan darurat.

“Saya utamakan kwalitas bangunan walau ini hanya jembatan darurat, makanya banyak masyarakat yang apresied dengan CV Songgo Jagad. Bagi saya keuntungan bukan yang pertama, tapi aspek manfaat bagi masyarakat adalah yang utama,” jelas Heri Sucipto menyampaikan misi CV Songgo Jagad.

Heri berharap, apa yang dilakukan CV Songgo Jagad ini bisa dijadikan acuan Dinas pekerjaan Umum (PU) agar pembangunan jembatan darurat tidak asal jadi. Namun juga harus nyaman dan aman ketika dilalui, jembatan tidak bersuara bila dilalui kendaraan, teknis peredam kebisingan digunakan dalam proses pembangunannya.

“Untuk safety, kita menempelkan stiker fosfor agar pengendara di malam hari bisa melihat batas pinggir jembatan,” terang Heri yang diamini beberapa tokoh masyarakat dari dua desa tersebut.

PT. Depayana memilih CV Songgo Jagad sebagi subkontraktornya bukan tanpa alasan. Selama ini, Songgo Jagad telah banyak berkecimpung didunia proyek migas maupun non migas. Seperti berperan serta dalam pembangunan Instalasi Pembuangan Limbah Tinja (IPLT) dengan PT PLANINDO.

Karena komitmennya yang tinggi dalam menyelesaiakan setiap pekerjaannya, CV Songgo Jagad juga di gandeng CV Bumi Khayangan Asri, sebagai pemenang tender pembangunan Kantor Kecamatan Ngasem.

“Rekan - rekan lokal mempunyai kemampuan, makanya harus tetap kita wadahi. sementara ini penyedia material bangunan saja dan kedepannya akan kita libatkan sambil melihat perkembangan dan progresnya” jelas Ahcmad Dirut CV Bumi Khayangan Asri.

“Saya dengar CV Songgo Jagad pernah menjadi Subcont utamanya PT. Prambanan di EPC Banyu Urip Project” ucap Ahcmad mengakhiri perbincangan.(sam/adv)

Dibaca : 2418x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan