Senin, 25 September 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Dirikan Perpustakaan di Tepi Bengawan

Editor: nugroho
Senin, 20 April 2015
athok moch nur rozaqy
LEBIH MUDAH : Para pelajar yang setiap hari menyeberang Sungai Bengawan Solo sekarang dapat meminjam buku bacaan dengan mudah.

SuaraBanyuurip.com - Athok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro- Membaca buku bisa dilakukan dimana saja. Termasuk berada di dekat tepi bengawan.

Hal itulah yang mengilhami komunitas literasi Langit Tobo. Komunitas yang bergiat di wilayah Kabupaten Bojonegoro barat ini mendirikan perpustakaan yang diberi nama Perpustakaan Tepi Bengawan (PTB) di dekat titik penyeberangan Sungai Bengawan Solo di Dukuh Korgan, Desa Purwosari, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

"Perpustakaan Tepi Bengawan ini menempati salah satu rumah warga yang berada di dekat sungai," ujar Ketua Komunitas Langit Tobo, Wahyu Rizkiawan. Senin (20/4/2015).

Meski ruangnya relatif kecil, perpustakaan tersebut sudah menyediakan berbagai macam buku. Di antaranya buku sejarah, novel, ensikploedia, buku keislaman, buku ilmiah, hingga buku cerita anak-anak.

Lokasi yang dipilih mendirikan perpustakaan ini cukup efektif dan strategis untuk menggiatkan budaya literasi. Karena lokasi merupakan jalur penghubung antara beberapa desa di sejumlah kecamatan. Setiap hari ada ratusan anak-anak dari Kecamatan Malo, Kedewan, dan Kasiman yang berangkat sekolah dengan menyeberangi Sungai Bengawan Solo.

“Anak-anak itu setiap hari bertaruh nyawa menyeberangi sungai naik perahu kayu demi menimba ilmu di sekolah," imbuh Rizky.

Selain mendirikan Perpustakaan Tepi Bengawan di Dukuh Korgan, komunitas yang bergerak di bidang keilmuan ini juga akan mendirikan perpustakaan kecil di sejumlah titik penyeberangan lainnya. Di antaranya di titik penyeberangan Desa Kebonagung, Kecamatan Padangan, titik penyeberangan Desa/Kecamatan Padangan, dan titik penyeberangan Desa Ngraho, Kecamatan Gayam.

“Perpustakaan kecil ini akan menempati salah satu rumah warga di dekat titik penyeberangan itu,” terangnya.

Komunitas Langit Tobo akan terus berupaya melakukan gerakan mendirikan perpustakaan di tepi Bengawan Solo ini agar semakin luas. Berdasarkan pengamatannya, di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo di wilayah Bojonegoro sedikitnya terdapat 200 titik penyeberangan. Rata-rata mereka yang menyeberangi sungai dengan naik perahu itu adalah anak-anak sekolah dan para pedagang.

“Sambil menunggu perahu penyeberangan itu datang, anak-anak sekolah itu bisa membaca-baca buku di perpustakaan kecil itu. Selain itu, mereka juga bisa meminjam buku dan dibacanya di rumah,” ungkapnya.

Amania, siswi Madrasah Aliyah Nurul Ulum Purwosari, mengaku senang bisa meminjam buku di Perpustakaan Tepi Bengawan. Alasannya, ia tak perlu lagi meminjam buku sampai ke kota Bojonegoro atau Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

“Saya suka sekali membaca buku-buku novel. Alhamdulillah sekarang saya bisa meminjam buku di perpustakaan ini. Tidak jauh-jauh lagi,” ujar pelajar asal Desa Dukoh Lor, Kecamatan Malo, yang mengaku meminjam novel berjudul Di Bawah Lindungan Kakbah karya Buya Hamka.(roz)

Dibaca : 812x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan