Sabtu, 17 November 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Dirut SG dan Bupati Tuban Beda Data Besaran CSR 2018

Editor: admin
Kamis, 25 Oktober 2018
Ali Imron
Bupati Tuban, Fathul Huda.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban- Di sela-sela pembukaan Pekan Raya Semen Indonesia 2018 pada Rabu (24/10) sore, ada perbedaan data besaran program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dipaparkan Dirut PT Semen Gresik (SG), Mukhamad Saifudin dengan Bupati Tuban, Fathul Huda. Selisih ketimpangan data realisasi program di tahun 2018 mencapai miliaran rupiah.

"Per bulan September 2018 kita sudah mendistribusikan CSR sekira Rp12,5 miliar," ujar Dirut SG, Mukhamad Saifudin, ketika dikonfirmasi suarabanyuurip.com, Kamis (25/10/2018).

Saifudin sapaan akrabnya, menambahkan, disamping itu ada pula program kemitraan yang diberi wadah mempromosikan produknya supaya lebih maju. Untuk program ini perusahaan plat merah sudah mengeluarkan dana sebesar Rp10,5 miliar.

Program pendampingan juga tak kalah penting. Dimana perusahaan lebih memberi kail dibanding ikannya, karena dengan begitu melatih kemandirian masyarakat untuk lebih baik.

Berbeda dengan yang dipaparkan Bupati Tuban, Fathul Huda. Laporan staf ahli Pemkab yang mencatat CSR, secara keseluruhan perusahaan baru mengeluarkan Rp3 miliar. Sedangkan untuk PT SG belum ada Rp1 miliar.

"Besar sekali selisihnya dan saya rasa data staf Pemkab yang tidak valid," beber Bupati kelahiran Kecamatan Montong.

Meski demikian, Bupati dua periode di Bumi Wali ini perlu adanya evaluasi output program perusahaan khususnya pemberdayaan UMKM. Kalau ada erornya dimana dan harus segera diperbaiki.

Keberadaan UMKM di Tuban baru menyumbang PDRB 3,63% atau Rp1,8 miliar. Kontribusi Naker hanya 59,11%. Paling ironis kontribusi pertumbuhan ekonomi 0,67%. Dibandingkan nasional 4,4% itu bisa menyumbang PDRB 61,4% sesuai pesan Jokowi.

Di bandingkan dengan data nasional, mampu memberi kontribusi ekonomi 5,07%, dari 60% dari UMKM. Di Tuban kenapa belum ada 1% pertumbuhan ekonominya. Begitupula dengan sumbangsih Naker mencapai 97%.

"Datanya jomplang semua mari kita evaluasi," pinta Bupati yang juga seorang kiai itu.

Untuk menyelesaikan ketimpangan data tersebut, pihaknya sedang membuat Dewan Riset Daerah (DRD) yang duketuai Profesor Mas'ud. Diharapkan SG bisa memfasilitasi DRD Tuban, untuk mengurai erornya dimana.

Hal semacam ini jika tidak segera diluruskan, image SG, Indonesia, dan industri di Tuban akan kurang baik. Imagenya tidak mampu memberdayakan masyarakat dan lain sebagainya.

"Kalau memberi kontribusi keadaan longgar itu biasa, sebaliknya ketika memberi kontribusi disaat finansial perusahaan sulit itu baru luar biasa," imbuhnya.

Salah satu perusahaan di Tuban sudah ada yang menggandeng konsultan independen. Sinergi ini untuk memantau desa sekitarnya berapa jumlah kemiskinannya. Angka-angkanya konkrit, dan ketika disurvei tidak jauh berbeda.

"Ketika SG punya konsultan, saya akan mudah menjawab ketika ada yang tanya kontribusi SG di Tuban apa saja," pungkasnya. (Aim)

Dibaca : 257x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan