Rabu, 20 September 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Ditarik Iuran Karnaval, Wali Murid SMAN 1 Cepu Sambat

Editor: samian
Sabtu, 22 Agustus 2015

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

 

Blora - Sebagian wali murid Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1, Cepu, Kabupaten Blora, Jawa-Tengah keluhkan adanya iuran sebesar Rp150.000 per siswa untuk kegiatan karnaval oleh pihak sekolah setempat. Karena, dirasa telah memberatkan wali murid. Penarikan iuran Rp150.000 ini diketahui dari edaran yang diberikan pihak sekolah kepada masing-masing wali murid.

Salah satu wali murid kelas X, yang tidak mau disebutkan namanya, mengku keberatan dengan iuran yang diminta sekolah. Karena, dalam penetapan iuran sebesar Rp150.000 tersebut tidak melalui rapat dengan wali murid. Dengan total siswa sebanyak sekira 794 siswa.

"Sebagai wali murid, kami merasa keberatan dengan iuran yang sudah ditetapkan. Harusnya ada rapat dulu dengan wali murid. Jangan begini kesannya seperti memaksa. Padahal sekolah negeri, iurannya malah hampir sama dengan sekolah swasta," keluh narasumber ini kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (22/8/2015).

"Jika dikalikan dengan jumlah seluruh siswa, maka dana yang diperoleh sudah puluhan juta,” rinci wali murid yang berprofesi sebagai PNS ini.

Terpisah, Kepala SMAN 1 Cepu, Mulyani, menjelaskan iuran senilai Rp150 ribu tersebut, dilatarbelakangi adanya laporan dari wali murid yang mengaku dimintai uang anaknya untuk kegiatan sekolah.

"Wali murid datang ke rumah saya, dan mengeluh sering dimintai uang oleh anaknya," kata Mulyani saat dikonfirmasi suarabanyuurip.com perihal penarikan iuran tersebut.

Mulyani, mengaku tidak memungkiri jika saat ini sering ada kegiatan dan perlu anggaran biaya banyak. "Kesempatan ini, mungkin yang dimanfaatkan siswa untuk meminta uang lebih kepada orang tua," jelasnya.

Ditambahkan, iuran yang dikenakan itu rencananya  untuk digunakan kegiatan selama satu tahun, termasuk kegiatan karnaval, pelatihan, perawatan drumband, bantuan pengadaan pakaian drumband, pelatihan paskibra,n drama kolosal, dan untuk subsidi pakaian carnaval.

Sebelumnya, menurut Mulyani, murid juga sudah dikenakan biaya Rp220.000 untuk kegitan sekolah. Setiap tahunnya, per siswa membutuhkan anggaran sekira Rp1,5 juta, dan dimungkinkan tahun ini kebutuhan yang dibutuhkan juga sama.

“Iuran tersebut masuk titipan wali murid. Nantinya setelah ada rapat, wali murid tinggal membayar kekurangannya untuk kegiatan selama setahun. Tapi bagi pemegang KPS dibebaskan dari iuran. Kemudian, bagi yang tidak mampu disesuaikan dengan kemampuannya,” jelasnya. (Ams)

 

Dibaca : 693x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan