Sabtu, 20 Juli 2019
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

KKN di Gempolmanis, Lamongan

Dosen dan Mahasiswa Unair Beri Pendidikan Atasi Stunting

Editor: nugroho
Kamis, 11 Juli 2019
Ist
BERBAGI ILMU : Qonita Rachmah, M.Sc(Nutr&Diet;) menjelaskan cara pencegahan dan mengatasi stunting.

SuaraBanyuurip.com - Stunting dan gizi buruk menjadi perhatian khusus mahasiswa dan dosen Unair dalam pengabdian masyarakat di wilayah kerja kuliah nyata (KKN) Desa Gempolmanis, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan Jawa Timur. Mereka bekerjasama dengan student exchange dari MSU, Malaysia memberikan pendidikan gizi kepada 25 ibu yang memiliki balita di desa setempat.

"Kenapa kita memilih desa ini, karena di sini masih ditemukan kasus stunting," kata Qonita Rachmah, M.Sc(Nutr&Diet), salah satu staf dosen Unair melalui siaran pers yang dikirim kepada suarabanyuurip.com, Kamis (11/7/2019).

Sesuai catatan dia, setidaknya tiga dari satu balita di Indonesia mengalami stunting atau kerdil karena kekurangan gizi. Oleh karena itu dalam kegiatan ini diperlukan pemberian pendidikan gizi dan mengkampanyekan gemar makan ikan sebagai upaya dalam mencegah stunting dan KEP (Kurang Energi Protein) pada anak-anak. 

Pada kesempatan itu, Qonita Rachmah memberikan pendidikan gizi memulai dengan topik terkait stunting atau kerdil yang rentan terjadi pada anak akibat kekurangan gizi/makanan dalam jangka waktu lama. Kemudian dilanjutkan dengan kiat mencegah stunting dan gizi buruk diantaranya yaitu dengan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama, tanpa air putih, tajin, maupun pisang dan makanan lainnya. Selain itu, upaya lain yaitu memberikan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang bergizi, kaya akan kandungan protein. 

Menurutnya, salah satu jenis makanan dengan kandungan protein tinggi dan harganya cukup murah serta bisa di ternak sendiri yaitu Ikan. Oleh karena itu, pengabdian masyarakat ini juga mengkampanyekan agar ibu-ibu dapat memberikan ikan di dalam menu makanan anak serta menanamkan pesan Gemar Makan Ikan pada anak-anak.

Trias Mahmudiono, PhD, dosen Departemen Gizi Kesehatan menambahkan,  ikan sangat baik dikonsumsi oleh anak karena manfaatnya sangat baik untuk mendukung tumbuh kembangnya.

"Selain itu tunting juga bisa dicegah dengan selalu menjaga kebersihan lingkungan," tegasnya. 

Ibu-ibu terlihat antusias mengikuti pendidikan gizi yang diberikan civitas akademika Unair dan mahasiswa dari MSU Malaysia yang turut berbagi ilmu seputar pentingnya Asi Ekslusif.(rilis Unair) 




Dibaca : 385x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan