Sabtu, 21 Juli 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

DPR RI Respon Surat Warga Remen-Mentoso

Editor: samian
Selasa, 27 Maret 2018
Ali Imron
RESPON SURAT WARGA : Salinan surat balasan DPR RI untuk warga Remen dan Mentoso, Kecamatan Jenu.

SuaraBanyuurip.com -Ali Imron

Tuban - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) baru merespon surat penolakan proyek Kilang New Grass Root Revinery (NGRR) Tuban, Jawa Timur, oleh warga Desa Remen dan Mentoso, Kecamatan Jenu. Surat tersebut dikirim warga pada tanggal 26 Desember 2017 silam.

Keterangan dari Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI, surat itu telah diterima oleh pimpinan wakil rakyat di senayan.

Dalam salinan surat yang diterima Suarabanyuurip.com, Sekretaris Jenderal Deputi Bidang Administrasi u.b. Kepala Biro Hukum dan Pengaduan masyarakat, Juliasih, menjelaskan, sehubungan dengan itu, sesuai dengan pasal 72 huruf g dan pasal 81 huruf j UU Nomor 17 tahun 2014 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 42 tahun 2014, tentang perubahan atas UU Nomor 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPR, dan DPR jo. Pasal 7 huruf g dan Pasal 12 huruf j,  Peraturan DPR RI Nomor 1 tahun 2014 tentang tata tertib, maka permasalahan warga Remen-Mentoso telah disampaikan ke pimpinan Komisi II DPR RI.

Terpisah, perwakilan warga sekaligus pemilik lahan di Mentoso, Soewarto Darmandi, menanggapi isi surat tersebut. Dia menilai surat itu sudah sangat terlambat alias kasep, karena ibarat hujan deras yang menimpa Desa Remen dan Mentoso saat ini sudah berubah menjadi terang benderang bertabur bintang tapi DPR RI baru berusaha mencari payung.

"Itu namanya ketinggalan Seperti," kata mantan penegak hukum di lingkup Pemkab Tuban itu.

Diketahui, surat dengan nomor DA/05359/SET JAN DPR RI/Hk.02/3/2018 dibuat pada tanggal 16 Maret 2018. Selain itu ditemukan kepada pimpinan DPR RI, Pimpinan Komisi II DPR-RI, Plt. Sekjen DPR RI, dan arsip.

Sebelumnya Komnas HAM dan Kemensos RI, juga merespon surat warga. Waktu itu, Kemensos menjawab tidak berwenang soal Kilang patung Pertamina-Rosneft Rusia itu. Sedangkan Komnas Ham meminta Gubernur Jatim menjelaskan persoalan di Desa Remen-Mentoso, Kecamatan Jenu, dan latar belakang reguler Kilang Tuban. (Aim)

Dibaca : 2891x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan