DPRD dan DLH Blora Sidak PT GMM-Bulog

Selasa, 05 November 2019, Dibaca : 225 x Editor : samian

Ahmad Sampurno
SIDAK : Anggota DPRD dan DLH Blora saat melakukan sidak di PT GMM-Bulog terkait limbah B3.


SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora - Mencuatnya dugaan pembuangan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) sembarangan PT Gendhis Multi Manis (GMM)-Bulog, memantik reaksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blora, Jawa Tengah, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Blora, dilokasi pabrik gula tersebut, Senin (4/11/2019).

Diketahui pemindahan timbunan limbah B3, Fly Ash, lokasinya tidak berbeda. Berada dihamparan lahan terbuka, area pabrik gula tersebut. Justru dinilai lebih menghawatirkan. Dengan lokasi yang lebih tinggi, sehingga membuat timbunan limbah bekas pembakaran batu bara itu mudah terbawa air saat datang hujan. Selain itu, limbah Fly Ash itu lebih mudah beterbangan tertiup angin.

Baca Lainnya :

    Sesuai kesepakatan dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dalam 10 hari sejak tanggal 30 Oktober kemarin, limbah Flay Ash tersebut harus sudah keluar dari PT GMM Bulog.

    Kepala DLH Kabupaten Blora, Dewi Tejowati mengaku, belum mendapat laporan dari hasil kunjungan ke PT GMM Bulog dari jajarannya. Dia memastikan, kalau sekadar dipindah ketempat lain jelas tidak diperbolehkan.

    Baca Lainnya :

      "Ya tetap dibawa keluar lokasi GMM. Kalau dipindahkan tempat tidak terlindung, sama saja hanya memindahkan tempat lain saja. Kalau KLHK sudah ada kesepakatan dalam waktu 10 hari, harus keluar dari situ," imbuhnya.

      Sementara anggota Komisi C DPRD Blora, Suyono mengaku, sangat menyayangkan adanya penempatan dan penimbunan limbah B3 secara sembarangan.

      “Flay Ash kalau ditempatkan seperti itu ya bahaya, Mas. Hanya dipindah, sangat membayakan. Lebih-lebih kalau ada air hujan. Tempat tinggi langsung kebawa air,” jelasnya.

      Namun, PT GMM mengaku sebelum pengolahan tebu lagi sudah beres. Sudah dicor.

      “Bilangnya begitu,” ucapnya.

      Ketua Komisi C DPRD Blora, Subroto mengaku, kedatangannya adalah untuk menindaklanjuti soal limbah B3 PT GMM Bulog yang ramai di Kabupaten Blora. Menurutnya, Limbah B3 Flay Ash tersebut sangat berbahaya.

      “Kita tidak akan percaya begitu saja sebelum melihat sendiri. Sampai muncul seperti ini, pasti ada sesuatu yang salah. Untuk itu kami berkomitmen setelah ini akan menjadi lebih baik,” jelasnya.

      Menurutnya, Blora iklimnya harus kondusif. Buat iklim yang bagus. Sebab, Blora kalah jauh dari Grobogan dan Rembang.

      “Harapannya PT GMM-Bulog ini jadi simbol bagi masyarakat Blora. GMM harus betul-betul jadi contoh perusahaan yang lain,” tegasnya.

      Dia berharap, persoalan limbah ini jangan sampai menjadi besar. Ini juga menjadi pembelajaran bagi GMM. Meski sebagai BUMN, semua aturan harus dilaksanakan.

      "Karena ini milik negara, saya yakin izinnya lebih mudah. GMM harus tetap eksis,” imbuhnya.

      Sementara itu, Plt. Direktur Utama PT. GMM-Bulog, Agus Susatya mengungkapkan, sebelum diambil alih oleh Bulog, PT. GMM telah terikat kontrak dengan perusahaan yang ada di Wonosobo. Untuk pengolahan limbah B3 Flay Ash. Sebelum diangkut dan dibawa ke Wonosobo, Limbah B3 tersebut ditempatkan sementara di area terbuka.

      “Di sana dipakai untuk pembuatan paving block," katanya.

      PT. GMM, kata Agus, tidak bisa sepihak memutus kontrak pengambilan limbah tersebut. Kendati di Blora telah ada perusahaan yang memenuhi transporter pengangkutan limbah berupa debu batubara. Yaitu PT. Nusa Bakti Wiratama, yang telah memiliki ijin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk pengolahan limbah.

      “Kita nanti bisa lihat kontraknya telebih dulu. Kelak bisa kita putus kontraknya, dan kita berikan kepada warga sekitar yang telah dapat izin pengelolaan limbah," ujarnya.

      Yang terpenting, kata dia, saat ini adalah membangun tempat pembuangan sementara yang permanen.

      "Kami sudah melakukan proses tender untuk penunjukkan kontraktor pembangunannya,” imbuhnya.(ams)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more