Kamis, 13 Desember 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

DPRD Gresik Belajar Kelola Migas di Tuban

Editor: samian
Kamis, 11 Oktober 2018
Ali Imron
KUNJUNGAN KERJA : Pemkab Tuban dikunjungi DPRD Gresik untuk belajar mengelola potensi Migas.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban- Tak kurang dari 15 anggota DPRD Kabupaten Gresik, Jawa Timur, pada Rabu (10/10) telah mengunjungi Kabupaten Tuban dengan niat belajar mengelola Minyak dan Gas Bumi (Migas). Kedatangan rombongan legislatif dari Kota Pudak ini, disambut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Tuban, Ir. Sunarto, MM., dan Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Tuban, Ir. Cucuk DS.

"Kami ingin belajar di Tuban, karena Bumi Wali mampu dalam mengelola potensi migas yang ada," ujar Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Gresik, Solihudin, SHI., MM., melalui siaran resmi media center Tuban yang diterima suarabanyuurip.com, Kamis (11/10/2018).

Solihudin menjelaskan, Gresik memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kabupaten pengelola migas hilir. Untuk itu perlu dilakukan kajian lebih lanjut, diantaranya membahas Raperda Inisiatif DPRD Kabupaten Gresik tentang pelibatan BUMD dalam pengelolaan migas.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Tuban, Ir. Sunarto, MM, menyampaikan, kabupaten dengan jumlah penduduk 1,3 juta jiwa ini termasuk dalam wilayah blok minyak. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perusahaan Daerah (PD) Migas Kabupaten Tuban bersama mitranya mengelola empat blok minyak yaitu Cepu, Baweyan, Lamongan dan Tuban.  

Pada Blok Tuban, PD Migas Kabupaten Tuban bekerja sama dengan Pertamina Hulu Energi mengelola 23 Lapangan Sumber mempunyai potensi cadangan gas sebesar 150 Billion standard cubic feet (SCF) atau produksi rata-rata tiap hari 22 juta m3.

Blok Cepu yang berlokasi di Desa Banyuurip, Kecamatan Senori, dengan 25 sumber migas dikelola bersama Pertamina EP. Di lokasi ini menghasilkan minyak sebanyak 19,3 juta barel dan 14,5 juta m3 gas bumi.

Saat ini juga tengah dikembangan sumur baru di Tapen, Desa Sidoharjo, Kecamatan Senori. Tidak hanya itu, di Kecamatan Bulu tepatnya di 12 mil di lepas pantai juga terdapat sumber migas. Namun, kewenangan berada di pusat.

Di Kabupaten Tuban juga terdapat sumur tua di 8 titik yang tersebar di Kecamatan Singgahan, Bangilan, Senori, Parengan, Jatirogo, Montong, dan Kenduruan. Sumur tua tersebut berpotensi menghasilkan 637 ribu liter atau setara 4.010 barel.

"Keseluruhan ditangani PD Aneka Tambang yang merupakan BUMD Kabupaten Tuban," terangnya.

Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Tuban, Ir. Cucuk DS., menambahkan, secara umum Tuban sebagai pengelola mendapatkan bagi hasil atas pengembangan migas. Besaran hasil yang diterima berdasarkan kesepakatan dan perubahan harga migas yang fluktuatif.

Alumnus UPN Jogjakarta ini, juga menjelaskan, diperlukan waktu yang cukup lama untuk mengurus perizinan mulai dari tingkat bawah hingga pusat.

Pada awalnya, PD Aneka Tambang hanya bertugas untuk Jasa angkat angkut ke Pertamina EP. Tidak bisa mengelola secara langsung.

Saat ini, Pemkab Tuban juga tengah melakukan reaktifasi pada sumur-sumur tua yang potensial. Di samping itu, PD Migas mendapat alokasi LPG dari PT Gasuma Federal Indonesia sebesar 4 s.d. 120 Ton perbulan. Tidak hanya itu, PT Bahtera Abadi Gas (BAG) ditunjuk sebagai agen penjualan CNG melalui Surat Plt. PD Migas Kabupaten Tuban.

"Bulan Januari 2018 lalu Pemkan Tuban telah menyatakan kepeminatan Pemanfaatan dan Pengelolaan Gas Lapangan Sumber Tuban dengan melalui surat Bupati Tuban," pungkas pria humanis ini. (Aim)

Dibaca : 372x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>