Kamis, 16 Agustus 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

DPRD Kawal Kebutuhan Pangan Proyek J-TB

Editor: nugroho
Kamis, 18 Januari 2018
dok/sbu
Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, Sigit Kushariyanto.

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, Jawa Timur, akan mengawal kebutuhan pangan pekerja saat proyek Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB) berlangsung. Upaya ini dilakukan agar mega proyek yang dikendalikan Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) itu memberikan multiplier effect bagi masyarakat lokal.

“Kita segera koordinasi dengan beberapa dinas yang membidangi sektor pertanian, peternakan dan perikanan, serta perdagangan,” kata Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, Sigit Kusharianto kepada suarabanyuurip.com, Kamis (18/1/2018). 

Baca Juga :

Puncak Konstruksi J-TB Butuh 1.700 Naker

Proyek J-TB Selesai Pada 2021

Inilah Persyaratan Agar Bisa Bekerja di Proyek JTB

Pengembangan Proyek Gas J-TB Mulai Disosialisasikan

Inilah Persyaratan Agar Bisa Bekerja di Proyek JTB

Menurutnya, proyek rekayasa, pengadaan, dan konstruksi fasilitas pemrosesan gas (Engineering, Procurement, Construction Gas Processing Facilities (EPC- GPF) JTB yang akan dilaksanakan PT Rekayasa Industri diperkirakan akan menyerap 6000 tenaga kerja. Sehingga pihak perusahaan dipastikan akan menggandeng pengusaha catering untuk memenuhi kebutuhan makan para pekerja. 

“Kita upayakan agar bahan bakunya diambil dari lokal Bojonegoro," imbuh  Sigit. 

Bahan baku yang dimaksud diantaranya daging ayam, sapi, kambing, telur, sayur-mayur dan lain sebagainya. Kebutuhan bahan baku tersebut nantinya dapat dipenuhi pengusaha cetering dari lokal Bojonegoro. 

“Dengan begitu bisa mendongkrak pendapatan petani maupun peternak lokal sini,” tegas politisi Partai Golkar itu. 

Dari pengalaman sebelumnya di proyek EPC Banyuurip, pihaknya sempat mendapat informasi jika bahan baku salah satunya telur didatangkan dari Jakarta oleh pengusaha catering dengan alasan pemenuhan standart. 

“Jangan sampai itu terjadi lagi di proyek JTB,” tandas Sigit.

Oleh sebab itu, Komisi B akan meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro untuk memberikan arahan kepada para petani maupun peternak untuk menyiapkan diri supaya hasil produksinya bisa memenuhi standart yang ditetapkan oleh PT Rekind.

“Kita juga akan koordinasi ini dengan PT Rekind, terkait standart makananannya seperti apa. Agar masyarakat lokal tetap bisa terlibat dalam suplai bahan bakunya," pungkasnya.

Sementara itu, data dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro, jumlah populasi sapi potong pada tahun 2017 lalu mencapai 215.998 ekor, kambing 12.985 ekor, domba 145.746 ekor, ayam pedaging/potong 1.929.109 ekor, ayam petelor 24.971 ekor, dan ayam buras 1.544.002 ekor.

Untuk produksi daging tahun 2017 kemarin mencapai 21.387 ton, telur 1.434 ton, dan susu 42 ton. Produksi tersebut ditargetkan meningkat pada tahun 2018 ini, yakni daging sebanyak 22.563 ton, telur 1.496 ton, dan susu 44 ton.  

"Kami rasa peternak kita mampu mencukupinya,” jelas Kepala Disnakkan Bojonegoro, Ardiyono. (rien) 

Dibaca : 584x
FB
Ada 1 komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Rabu, 31 Januari 2018 18:35
Cateringnya lokal juga dong pak. Sdh pasti kalau catering lokal ambil bahan lokal juga. Ayo wong gayam & ngasem ndang mulai ngingu pithik, lele, ngendog dll. Kalian sdh punya pengalaman di EPC1
Karyawan
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan