Selasa, 18 Desember 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

DPRD Minta Kecelakaan Kerja di Pabrik Semen Indonesia Diusut

Editor: nugroho
Selasa, 20 November 2018
Ist
HARUS DIUSUT TUNTAS : Mayat pekerja PT Swadaya Graha yang tewas di Pabrik Semen Indonesia saat dievakuasi.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban- Kecelakaan kerja di pabrik Semen Indonesia yang merenggut nyawa seorang pekerja PT Swadta Graha bernama Junaidi asal Desa Pongpongan, Kecamatan Merakurak, memantik reaksi DPRD Tuban, Jawa Timur. Wakil rakyat yang berkantor di Jalan Teuku Umar Tuban itu meminta kelalaian safety perusahaan semen BUMN diusut sampai tuntas. 

"Pertama kecelakaan kerja ini harus diusut tuntas," ujar Ketua DPRD Tuban, Miyadi, ketika dikonfirmasi suarabanyuurip.com melalui pesan WhatsApp, Selasa (20/11/2018).

Wakil rakyat Dapil 1 mencakup Kecamatan Tuban, Merakurak, Kerek dan Montong, itu menilai ada kelalaian safety di perusahaan Semen Indonesia. Disamping itu, juga ada kelalaian pekerja berdasarkan kronologi meninggalnya korban.

Jika penyebab kelalaian sudah ditemukan, maka harus dilakukan pembenahan secara utuh. Upaya ini harus diperhatikan, supaya kecelakaan kerja yang merenggut nyawa pekerja lokal tak terulang. 

"Saya turut berduka cita dan semoga kejadian di pabrik Semen Indonesia yang terakhir," terangnya.

Diberitakan sebelumnya, kecelakaan kerja ini mendapat perhatian serius dari manajemen Semen Indonesia dan . Swadaya Graha. Mereka telah menemui keluarga korban untuk mengucapkan bela sungkawa dan memberikan santunan.

"Saat ini kejadian masih dalam proses penyidikan oleh Polres Tuban," sambung Kabiro Hubungan Media, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Sigit Wahono, melalui pesan WhatsApp. 

Kepolisian Resort (Polres) Tuban, Jawa Timur juga masih mendalami kasus kecelakaan kerja di Pabrik Semen Indonesia yang merenggut nyawa seorang pekerja pada Minggu (18/11) pagi. Belum ada tersangka yang ditetapkan, karena polisi masih menyelidiki dan mengumpulkan keterangan para saksi. 

"Kita masih selidiki dan minta keterangan saksi mata kejadian," tandas Kapolres Tuban, AKBP Nanang Haryono.

Kecelakaan kerja yang merenggut nyawa Junaidi seorang pekerja PT Swadaya Graha di pabrik PT Semen Indonesia, tak lepas dari kesaksian dua pekerja bernama Muklan (43), alamat Desa Karanglo, Kecamatan Kerek, dan Hadi Sunarko (40), alamat Perum Permata Bonang Tuban. 

Keduanya waktu itu, bekerja di gudang Limestone Tuban 1 selaku Operator Louder memasukkan (Batu Kapur) bahan baku semen ke dalam Hopper. Laka kerja ini terjadi sekitar pukul 08.30 WIB.

Kedua karyawan PT. Swadaya Graha (Operator Louder Shift 1) tidak menyadari bahwa di dalam baket louder ada Junaidi (Operator Loader Shift 3). Muklan langsung membongkar atau memasukkan Limestone ke dalam Hopper. 

Saat proses membongkar atau memasukkan Limestone tersebut Hadi baru mengetahui di dalam baket louder ada korban yang berada di dalam. Hadi langsung berteriak kepada Muklan meminta untuk menghentikan membongkar atau memasukkan Limestone, karena di dalam baket loder terlihat ada seseorang. 

Kendati demikian, sudah terlambat karena Junaidi yang masih berada di dalam baket louder sudah tertuang ke Hopper yang tidak ada screennya. Korban langsung bersama batu kapur linstone jalan melalui conveyor, dan terbawa bahan material sepanjang 10 meter dari hopper. Mesin baru dimatikan oleh Hadi. (aim)

Dibaca : 5265x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan