DPRD Minta Pembangunan Pasar Ngampel Dikaji Ulang

Senin, 02 September 2019, Dibaca : 332 x Editor : rozaqy

Ririn Wedia
Wakil Ketua DPRD Sementara, Sukur Priyanto


SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, meminta agar Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melakukan kajian ulang terkait proses pembangunan pasar di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Bojonegoro sebelum menerbitkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

"Termasuk merumuskan perjanjian antara Pemdes dengan pihak ketiga dalam pemanfaatan kekayaan desa," kata Wakil Ketua DPRD Sementara, Sukur Priyanto, kepada Suarabanyuurip.com, Senin (2/9/2019).

Baca Lainnya :

    Diketahui jika pada tahun 2015 silam, Pemdes Ngampel telah melakukan kontrak kerjasama dengan PT Teguh Jaya Bojonegoro untuk membangun pasar dengan nilai investasi sebesar Rp70 miliar. Saat itu kata Sukur, ditemukan ada indikasi pelanggaran yang dilakukan Pemdes dalam menunjuk mitra.

    "Kalau perlu, dilakukan beauty contest lagi dalam menggandeng mitra atau pihak ketiga dalam pembangunan desa," tukas Politisi asal Partai Demokrat.

    Baca Lainnya :

      Karena jangan sampai, lanjut Sukur, perjanjian ini dibentuk 4 tahun lalu ternyata menjadi perjanjian yang kadaluarsa karena ada perubahan aturan. Serta, tidak merugikan masyarakat khususnya yang ikut memanfaatkan pasar desa tersebut.  

      "Jadi harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat sekarang, apakah harus menjadi pasar modern atau pasar tradisional, studi kelayakannya seperti apa, sekarang seperti apa, dan masih banyak lagi yang bisa kita diskusikan," tandasnya.

      Sehingga, lanjut Sukur, sebelum Pemkab Bojonegoro menerbitkan IMB Pasar yang terletak di sekitar kawasan industri Minyak dan Gas Bumi, lapangan Sukowati, harus ada hasil dari kajian antara Pemdes dan pihak ketiga.

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more