Selasa, 13 November 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Kasus Sengketa Tanah Gaji

DPRD Siap Memediasi Seketa Tanah Gaji

Editor: utama
Kamis, 12 Juli 2018
Ali Imron
BERSITEGANG : Pendemo dari warga Desa Gaji, Kerek, Tuban bersitegang dengan polisi saat aksi.

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban - Saat didemo puluhan warga Desa Gaji, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Ketua Komisi A DPRD, Agung Supriyanto, berjanji siap memediasi sengketa lahan seluas 30 hektare lebih dengan semua pihak terkait. Upaya memfasilitasi tersebut yang hanya bisa dilakukan DPRD, selaku wakil yang telah dipilih rakyat.

“Kami berjanji akan memediasi sengketa lahan yang mencuat sejak 2003 ini,” ujar Agung Supriyanto, kepada suarabanyuurip.com, saat dikonfirmasi di gedung DPRD Tuban, Kamis (12/7/2018).

Sebagai komisi yang membidangi sengketa lahan, Agung telah berkomunikasi dengan BPN Pusat di Jakarta. Saat diceritakan benang kusut yang dialami warga Gaji dengan PT Semen Indonesia (SI), mereka prihatin dan meminta diundang ke Bumi Wali, sebutan lain Tuban.

Adanya lampu hijau tersebut, semua pihak terkait meliputi warga Gaji, PT SI, Polres, BPN, dan Pemkab Tuban akan duduk bersama membahas persoalan ini. Jangan sampai sengketa yang diibaratkan seperti bola salju ini, terus menggelinding dan terus membesar tanpa pangkal ujungnya.

“Ayo bersama matikan api dalam sekam atas sengketa lahan Gaji,” tegas Agung.

Proses mediasi seperti ini sebenarnya sudah direncanakan lama. Kendati demikian, setelah warga memilih jalur hukum proses sampai PTUN, Komisi A menundanya.

Pihaknya mengklaim, tanpa kehadiran Bupati Tuban, Fathul Huda, sebagai pimpinan tertinggi di Tuban kasus ini sulit diurai. Sampai kapanpun dan berapa kalipun warga demo, hasilnya akan selalu tidak jelas.

Koordinator warga Gaji, Abu Nasir, menyetujui komitmen dari Ketua Komisi A untuk memediasi kasus ini. Warga sebenarnya berharap kehadiran Ketua DPRD Tuban, Miyadi, selaku wakil rakyat Dapil 1 yang mencakup Kecamatan Kerek. Dengan hadirnya dan komitmen Komisi A, diharapkan menjadi titik terang sengketa yang berlarut-larut ini.

“Kami setuju untuk dimediasi,” sergahnya.

Pantauan Suara Banyuurip di gedung DPRD Tuban, massa yang mengenakan seragam kaos hitam sempat gesekan dengan kepolisian. Kabag Ops Polres Tuban, Kompol Ngadi, sempat tersinggung setelah ada orasi yang menuding kepolisian tidak netral dalam memproses laporan warga. Atas kesadaran bersama, perseteruan reda dan akan dibahas dikemudian hari. (Aim)

Dibaca : 601x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan