Rabu, 19 September 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

DPRD Tuban Minta Dinkes Support Paguyuban Stroke

Editor: nugroho
Senin, 05 Maret 2018
Ali Imron
KUNJUNGI : Ketua Komisi C DPRD Tuban, Tri Astuti mengunjungi penderita stroke dan memberikan bantuan alat untuk berjalan.
TERKAIT:

SuaraBanyuurip.com Ali Imron

Tuban- Setelah mengunjungi paguyuban Stroke di Puskesmas Pembantu Desa Magersari, Kecamatan Plumpang, pada hari Sabtu (3/3) kemarin, Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tuban, Jawa Timur, meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat memberikan bantuan anggaran untuk peralatan, maupun tenaga fisioterapisnya. 

"Dinas Kesehatan saya harapkan memberikan perhatian ke mereka," ujar Wakil Ketua Komisi C DPRD Tuban, Tri Astuti, kepada suarabanyuurip.com, Minggu (4/3/2018).

Astuti menegaskan, selama ini belum ada anggaran dari APBD Tuban untuk bantuan alat-alat fisioterapi bagi pasien stroke. Diharapkan Dinkes segera bersinergi dengan RSUD Koesma yang memiliki tenaga fisioterapi untuk diperbantukan secara bergilir. 

Sebab setiap hari Sabtu jumlah pasien cukup banyak. Sedangkan di tempat itu hanya ada satu Fisioterapis bernama Sulis melakukan terapi pemulihan secara gratis 

"Di samping itu pasien juga banyak membutuhkan alat bantu sebagai sarana penunjang pemulihan," jelas perempuan humanis itu. 

Dukungan moral juga sangat di butuhkan karena selama ini pasien Stroke mengalami cacat fisik dan lainnya yang bisa menimbulkan rasa tidak percaya diri. 

"Untuk itu harus ada kerjasama dari semua pihak agar mereka bisa sehat kembali," tegas Astuti.

Sebagai Ketua Fraksi Gerindra DPRD Tuban, pihaknya langsung tergerak untuk ikut serta memberikan dukungan dan bantuan kepada penderita stroke. Diharapkan apa dilakukan paguyuban Stroke Obah Sitik JOSS selama ini bisa bermanfaat, dan ditiru oleh puskesmas kecamatan lain. Selama ini bukan hanya orang Plumpang yang terapi, akan tetapi dari seluruh Tuban bahkan ada yang dari luar daerah.  

"Kami memberikan apresiasi yang luar biasa pada ketua paguyuban Winarso dan Fisioterapis Sulis juga Kepala Puskesmas Plumpang, dokter Boedi," tambahnya. 

Ketua Paguyuban Stroke, Winarso, mengucapkan banyak terimakasih kepada wakil rakyat yang meluangkan watunya menjenguk penderita stroke. Selama setahun paguyuban ini mandiri, dan tidak pernah meminta bantuan dari pihak manapun. 

"Kedatangan Wakil Komisi C ini jelas memberikan semangat untuk kami," sergahnya. 

Sebagaimana diketahui, sudah satu tahun beridirinya paguyuban Stroke yang tergabung dalam Obah Sitik JOSS yang artinya Jian Oleh Semangat Sembuh. Program ini dimotori Puskesmas Plumpang yang diketuai Winarso, dan dimotori Sulistyo Widodo fisioterapi Puskesmas Plumpang yang pernah berdinas di RSUD dr. R Koesma.

Sejak 22 Desember 2016 sampai awal 2018, sudah 62 anggota yang bergabung dalam paguyuban ini. Setiapn bulannya jumlah penderita stroke selalu bertambah, sehingga Puskesmas Plumpang berinovasi untuk bisa memberi manfaat bagi pasien.

SAMBER PETRUK adalah senam bersama penderita stroke dan juga One day home care. Setiap hari juga mengunjungi pasien baru untuk ikut bergabung dalam SATU BERKAS yakni setiap Sabtu bersama penderita stroke. 

Sementara, Plt Kepala Dinkes Tuban, Endah Nurul Komariyah, menjelaskan, di Puskesmas Plumpang sudah memiliki tenaga fisioterapi. Dimungkinkan satu-satunya puskesmas di Indonesia yang punya tenaga fisioterapi, karena distandar puskesmas sesuai Peraturan Menteri Kesehatan tidak mensyaratkan ada tenaga tersebut. 

"Tentang alat sedang kami pikirkan," sergahnya. 

Untuk standartnya tenaga fisioterapis ada di RSUD Koesma Tuban. Sedangkan di Plumpang terdapat fisioterapis yang biss jadi unggulan Dinkes. 

Menanggapi permintaan Komisi C, Direktur RSUD Koesma Tuban, Saiful Hadi, menyatakan, untuk penganggaran itu kewenangan Dinas Kesehatan. Sebab jika RSUD yang menganggarkan bisa berurusan dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). 

"Penangung jawab semua program di Puskesmas sepenuhnya wajib dianggarkan oleh Dinkes sebagai atasan langsung," sambung Saiful dikonfirmasi terpisah. 

Dia menjekaskan yang menangani program seperti itu di bawah kendali bidang Sumber Daya Manusia (SDM), Sarana dan Prasarana dan Alat Kesehatan Dinas Kesehatan. Program tersebut merupakan peninggalannya, saat dirinya masih menjabat Kepala Dinkes Tuban dulu. 

"Untuk inovasi kesehatan di Puskesmas ada beberapa lagi seperti Kotak pedes dan lain lain," pungkas Saiful. (aim)

Dibaca : 594x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan