Sabtu, 17 November 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

DPRD Tuban Sampaikan Aduan Buruh ke Kemennakertrans

Editor: nugroho
Sabtu, 10 November 2018
dok/sbu
TUNTUT KESEJAHERAAN : Ratusan buruh di Tuban mendesak UMK 2019 sebesar Rp2,5 juta lebih.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Jakarta- Komisi A dan Komisi C bersama Wakil Ketua DPRD Tuban, Jawa Timur, melakukan kunjungan kerja (Kunker) di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) berkaitan dengan pengupahan tenaga kerja. Kunker ini menindaklajuti pengaduan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) cabang Tuban waktu lalu. 

Pertimbangan DPRD Tuban melakukan kunker karena Dinas Tenaga Kerja dianggap tidak merespon keluhan serikat pekerja menyangkut upah minimum kabupaten (UMK).

"Padahal itu sudah dikeluarkan oleh DPK Tuban," ujar Ketua Komisi A DPRD Tuban, Agung Suprianto, kepada suarabanyuurip.com, melalui pesan WhatsApp, Sabtu (10/11/2018).

Politisi ramah ini, menjelaskan, keluhan dari serikat pekerja berkaitan dengan dinas tenaga kerja selaku koordinator DPK adalah tidak dilibatkan dalam proses mekanisme pengupahan. Sekaligus berkaitan hasil survei terhadap 60 harga pokok, hanya mengakomodir hasil survei pemerintah dan asosiasi pengusaha saja. 

Serikat pekerja metal sebelumnya sudah melakukan survei sendiri, dan menghasilkan UMK Tuban  Rp2.565.044. Sedangkan versi pemerintah hanya berkisar Rp2.250.000.

"Atas dasar perbedaan itulah maka Komisi A melakukan kunker di Kemennakertrans" terang Agung. 

Komisi A dan C diterima dengan baik oleh Kepala Kasub Pengupahan, Dinnar atas aduan dari serikat pekerja. Ada beberapa poin yang di sampaikan Kasub Pengupahan.

Pertama, perihan hasil survei DPK mengacu PP 78 2015 tentang sistem pengupahan semestinya antara serikat pekerja, Apindo dan pemerintah sebelumnya harus melakukan komitmen dulu mana standarisasi barang yang mau disurvei. Kalau tidak ada komitmen dulu dipastikan yang Apindo maunya barang yang rendah dan serikat pekerja maunya yang tinggi.

Kedua, pemerintah harus adil jangan berpihak salah satu komponen agar tidak ada konflik kepentingan. Ketiga, saat ini antar daerah realitasnya memang masih banyak kesenjangan nilai upah yang tajam.

"Contohnya Kabupaten Tuban 2018 hanya Rp2.060.000, sedangkan Gersik sudah berkisar Rp3.800.000," ungkapnya.

Agar tidak ada disparitas yang berlebihan,  pada tahun 2020 Dewan Pengupahan Nasional yang dikoordinir pemerintah akan melakukan survei ulang terhadap 60 barang pokok untuk menentukan nilai upah UMK secara nasional.

Dengan hasil survei yang terbaru nanti dapat digunakan rujukan baru, sehingga disparitas nilai upah daerah satu dan yang lain tidak berlebihan.

Komisi A DPRD Tuban secepatnya akan melakukan rapat kerja dan DPK untuk membahas hasil kunker. Sekaligus lembaga yang kompeten agar ada solusi yang terbaik.

Sementara, Wakil Ketua DPRD Tuban, Tri Astuti, menambahkan upah minimum adalah upah bulanan terendah yang terdiri dari upah pokok dan tunjangan tetap. Secara sektoral Tuban meliliki tiga kategori yang seharusnya sudah layak mendapat Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK). 

"Yaitu sektor semen, listrik, perminyakan," sambungnya. 

Sesuai PP 78 tahun 2015 tentang pengupahan, maka dewan pengupahan telah mengusulkan UMK Tuban sebesar Rp2,2 juta dan ini telah mengalami kenaikan dari UMK Tuban tahun 2018 sebesar Rp2.067.612.

"Diharapkan ini mampu meningkatkan kesejahteraan para pekerja," sambungnya.

Supaya penetapan sistem pengupahan dari perspektif yang lebih komprehensif agar menghasilkan sistem pengupahan yang berkeadilan. Tentunya semua harus berdasarkan bukan hanya nilai tetapi dari survei KHL yang meliputi 60 jenis kebutuhan.

Disamping itu, juga harus atas kesepakatan bersama dari unsur apa yang akan disurvei. Semua itu telah termaktub dalam UU No 13 tahun 2003 pada Pasal 88-98.

"Karena masing daerah atau wilayah berbeda," pungkasnya.(aim) 

Dibaca : 982x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan