Dugaan Kasus Korupsi, Kejati Jateng Panggil Sekda Blora

Rabu, 06 November 2019, Dibaca : 442 x Editor : samian

Ahmad Sampurno
KASUS KORUPSI : Mantan Sekretaris Dinakikan Blora Karsimin saat ditahan Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah.


SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora - Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah (Kejati Jateng) panggil Sekretaris Daerah (Sekda) Blora, Komang Gede Irawadi, untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus korupsi program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) pada Dinas Peternakan dan Perikanan (Dinakikan) Kabupaten Blora tahun 2017 sampai dengan 2018. Untuk tersangka atas nama Karsimin, mantan Sekretaris Dinakikan Blora Tahun 2017.

Pemanggilan itu berdasarkan surat perintah penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, nomor: Print-04/M.3/Fd.1/09/2019 tangg 3 September 2019 Jo nomor: Print- 1584/M.3/Fd.1/10/2019 tanggal 14 Oktober 2019 dalam perkara tindak pidana korupsi terkait program UPSUS SIWAB pada Dinakikan atas nama tersangka Drs. Karsimin.

Baca Lainnya :

    Saat dikonfirmasi, Komang membenarkan pemanggilan tersebut. Dia diperiksa hari ini Rabu (6/11) di kantor Kejati Jateng.

    "Iya mas betul. Untuk tersangka Pak Karsimin," jelasnya.

    Baca Lainnya :

      Sementara Asisten Pidana Khusus Kejati Jateng, I Ketut Sumedana, menjelaskan, sebelum dilakukan penahanan, Hari Senin (14/10/2019) Karsimin ditetapkan sebagai tersangka. Pada Hari Kamis (31/10/2019) juga dipanggil untuk diperiksa sebagai tersangka, lalu dilakukan penahanan selama 20 hari.

      Ketut menambahkan, Karsimin sendiri dalam perkara tersebut ikut berperan mengumpulkan dan berinisiatif memotong bersama-sama dengan Kepala Dinas.

      "Permasalahannya dia (tersangka, red) juga ikut serta dalam hal mengumpulkan uang, berinisiatif melakukan pemotongan bersama Kepala Dinas dan membagikan serta menggunakan uang tersebut diluar kegiatan Upsus Siwab," ujarnya.

      Dari perkembangan kasus tersebut, Pidsus Kejati Jateng telah menetapkan dan melakukan penahanan atas dua orang tersangka yakni mantan Kepala Dinas dan mantan Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blora.

      Karsimin sendiri dijerat dengan Pasal 2, 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman hukuman 20 tahun.

      Untuk diketahui, Upsus Siwab adalah salah satu program yang dicanangkan Kementerian Pertanian untuk mengakselerasi percepatan target pemenuhan populasi sapi potong dalam negeri.

      Kedua tersangka diduga telah memotong dana program Inseminasi Buatan (IB), program Identifikasi serta Program Pemeriksaan Kebuntingan dalam pelaksanaan program upsus siwab tahun 2017 dan 2018.

      Dari hasil serangkaian pemeriksaan, kerugian negara yang semula diperkirakan mencapai Rp 670 juta, ternyata meningkat menjadi Rp 2 miliar.(ams)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more