Jum'at, 21 September 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Dukung Pembiayaan PI KKKS

Editor: samian
Selasa, 07 November 2017

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora - Tenaga ahli komisi VII DPR RI, Seno Margo Utomo, menyatakan mendukung atas terealisasinya pembiayaan PI (Participating Interest) yang akan diterapkan pada proyek Jambaran-Tiung Biru (J-TB) oleh KKKS.

Hal itu juga sesuai dengan peraturan Menteri yang tertuang dalam Permen ESDM Nomor 37/2016 tentang Ketentuan Penawaran Hak Partisipasi (Participating Interest) 10% Pada Wilayah Kerja Migas.

Dimana didalamnya mengatur tentang pembiayaannya bisa dilakukan oleh kontraktor terlebih dahulu, apabila daerah tidak mempunyai kemampuan keungan.

Menurutnya, hal itu bisa mengurangi kesempatan para investor yang hanya mencari kuntungan.

"Itu bisa mengurangi investor yang hanya mencari keuntungan belaka," katanya, kepada suarabanyuurip.com, Selasa (7/11/2017).

Dengan sistem pembiayaan itu, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), memberikan dana talangan dan daerah bisa mengangsurnya dari keuntungan yang dihasilkan dari PI tersebut.

Hal yang sama juga disampaikan, Abdullah Aminudin, Wakil Ketua DPRD Blora. Dia juga mendukung adanya pembiayaan PI yang ditalangi terlebih dahulu oleh KKKS. "Kita tunggu saja nanti peran dari KKKS membiayai PI," ujarnya.

Lebih lanjut dia menyatakan, bukan hanya di J-TB saja. Peran KKKS tersebut untuk membiayai operasi Migas baik yang ada di Blok Alas Dara Kemuning (ADK) maupun yang ada di Blok Randugunting.

Menurutnya, dalam pengelolaan PI itu tidak perlu ada perubahan Peraturan Daerah (Perda) untuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam pengeloaan PI.

"Untuk PT BPH (Blora Patra Gas Hulu), biar mengelola yang ada di Blok Cepu termasuk J-TB. Sedangkan di Blok lain, PT BPE (Blora Patra Energi) bisa membuat unit usaha baru untuk melakukan pengeloaan PI," terangya.

Sebelumnya, Bupati Blora, Djoko Nugroho, menyambut baik ketika Kontraktor maupun BUMN bisa membiayai PI tersebut. Jika hal itu benar terlaksana, kata dia, pihak daerah tidak perlu menggandeng investor lagi.

"Karena nanti mereka yang paling banyak diuntungkan," jelasnya.

Dia mencontohkan, seperti PI yang berjalan pada operasi Blok Cepu. Menurutnya, banyak daerah yang kurang diuntungkan, kecuali Blora yang skemanya masih bisa menguntungkan daerah.

Untuk itu, kata Kokok sapaan akrab Bupati Djoko Nugroho, pada skema PI yang akan diterapkan pada proyek J-TB harus berbeda.

"Nanti kami akan koordinasi dengan daerah lain, baik Bojonegoro, Jawa Timur maupun Jawa Tengah, terkait PI ini," ungkapnya.(ams)

Dibaca : 431x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan