Sabtu, 17 November 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Dukung Tuban Smart City, Jenu Menuju Smart Village

Editor: nugroho
Rabu, 11 Juli 2018
Ali Imron
TINGKATKAN SDM : Sosialisasi dan pelatihan Diskominfo untuk admin desa dan kecamatan Jenu.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban- Program smart city yang sedang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mendapat respon cepat jajarannya. Pemerintah Kecamatan Jenu menggenjot wilayahnya menjadi smart village untuk mendukung program tersebut.

Selama ini desa di wilayah tersebut telah memiliki website desa (Webdes) dan sebagian banyak telah aktif, sehingga dengan dukungan teknologi informasi (TI) masyarakat akan dilayani secara online.

"Dari awal saya menjabat, sudah dua website desa yang aktif," ujar Camat Jenu kepada suarabanyuurip.com, usai sosialisasi dan pelatihan website desa serta aplikasi Taprose Temanku, Rabu (11/7/2018).

Riza sapaan akrabnya, terus mencoba memompa semangat para staff yang ada di kecamatan dan desa agar segera mengaktifkan (online) website desanya masing-masing. Alhamdulillah sebelum pelaksanaan sosialisasi sudah meningkat.

Mantan Camat Bangilan ini, menambahkan sebelum sosialisasi berlangsung, website desa yang online sudah meningkat menjadi 9 desa, dan setelahnya meningkat menjadi 12 dari 17 desa di kecamatan Jenu. Sampai hari ini ada 15 desa yang online, dan harapannya di bulan Juli tuntas 17 desa.

"Online-nya website desa diharapkan setiap desa dapat mempromosikan berbagai jenis kegiatan dan produk unggulan masing-masing," terang Camat Terbaik ke-5 lomba Sinergitas Kecamatan Tingkat Provinsi Jawa Timur.

Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan dan Pengembangan Teknologi Informasi pada Diskominfo Tuban, Agus Heru, menambahkan dari 12 yang websitenya sudah onlin, mereka mempunyai komitmen untuk mengaktifkan semua website desa pada bulan Juli ini.

Website desa itu, juga dalam rangka untuk menunjang kegiatan Smart City Yang harus dimulai dari Smart Village.
Di dalam Website desa tersebut, Diskominfo Tuban memberikan aplikasi yang bernama Sistem Informasi Desa (SID) yang bersifat gratis.

Dalam SID terdapat fitur surat menyurat, yang sudah sesuai dengan stardar resmi dari Pemkab. Sekaligus bisa digunakan untuk surat menyurat yang dikelola admin website desa. 

“Ke depan sistem ini akan kita online-kan dari desa ke kecamatan,” sergahnya.

Agus mengaku ke depan, pihaknya juga akan menggunakan Quick Respon (QR) Code sebagai pengganti tanda tangan digital. Kendati demikian, terlebih dahulu bekoordinasi kepada Bagian Umum yang mempunyai wewenang dalam surat menyurat.

Admin desa dihimbau terus aktif dalam mengelola website desa dan aplikasi SID tersebut. Sangat disaayangkan kalau tidak maksimalkan, karena ini untuk mempermudah. 

"Ditargetkan dua tahun ke depan, masyarakat nantinya tidak perlu ke kecamatan atau kabupaten untuk mengurus administrasi kependudukan. Itu salah satu bentuk smart village,” pungkasnya. (aim)

Dibaca : 639x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan