Senin, 18 Juni 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

EMCL Hadirkan Ki Dalang Manteb untuk Warga Tuban

Editor: samian
Minggu, 19 November 2017
Ali Imron
MERIAH : Bupati Tuban, Fathul Huda dan Erwin Maryoto menyerahkan wayang ke Dalang Ki Manteb.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban- Operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) di bawah pengawasan SKK Migas Jabanusa bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Jawa Timur, menghadirkan Ki Dalang Manteb Sudarsono untuk masyarakat setempat. Uri-uri kesenian wayang kulit tersebut, dalam rangka Hari Jadi Tuban (HJT) ke-724.

"Wayang kulit di HJT Tuban menjadi komitmen perusahaan untuk terus melestarikan kesenian," ujar Vice President Public And Govenrment Affair ExxonMobil Indonesia, Erwin Maryoto, kepada suarabanyuurip.com, di Alun-alun Tuban, Sabtu (18/11/2017).

Seiring berlangsungnya produksi Migas di Lapangan Banyuurip lebih dari 200 ribu Barel Per Hari (Bph), sudah menjadi tanggungjawab dan kewajiban perusahaan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Kabupaten Tuban menjadi prioritas karena menjadi daerah lintasan pipa minyak Banyuurip menuju FSO Gagak Rimang.

Ki Dalang Manteb kali ini membawakan lakon Wiratha Parwa. Lakon ini mengisahkan ketika Pandhawa menghadapi masa penyamaran satu tahun setelah sebelumnya harus mengasingkan diri ke tengah hutan selama 12 tahun. Hal ini akibat Puntadewa yang sangat suka bermain dadu kalah dengan Duryudana dalam adu dadu.

Saat itu menjelang sepuluh hari berakhirnya masa penyamaran. Pandawa menyamarkan diri di Negari Wiratha. Puntadewa, kakak tertua Pandawa menyamar menjadi Lurah Pasar dengan nama Wija Kangko. Wrekudara menyamar menjadi petugas pengjagal hewan ternak dengan nama Jagal Abilowo.

Janaka menjadi waria yang mengajar karawitan, dan tari di Keputrian Kerajaan Wiratha. Nakula menjadi penggembala dan pengurus kuda namanya ganti Kinten. Terakhir Sadewa jadi penggembala hewan ternak unggas menggunakan nama Pangsen.

Pantauan di lapangan, layar tengah kelir utama mementaskan sidang Kerajaan Astina Pura dipimpin Duryudono yang sedang marah-marah. Hal ini karena misi memusnahkan Pandawa tidak pernah berhasil. Gelak tawa penonton pecah karena pagelaran wayang kali ini juga mendatangkan bintang tamu Kirun Cs.

Dalam kesempatan serupa, Bupati Tuban, Fathul Huda, mengapresiasi komitmen EMCL yang setiap tahunnya berpartisipasi meramaikan HJT. Sinergi baik yang sudah terjalin antar kedua belah pihak harus dipertahankan.

"Upaya ini tak lain untuk menyejahterakan masyarakat," sergahnya.

Dalam HJT ke-724, Kabupaten Tuban mengakomodir semua kesenian yang dikehendaki masyarakat. Wayang Kulit salah satunya yang digemari warga Bumi Wali (Sebutan lain Tuban).

"Ini wujud kebinekaan supaya Tuban damai dan sejahtera," pungkasnya.(Aim)

 

Dibaca : 650x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan iklan
iklan