Kamis, 21 September 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Akibat Kisruh di Proyek EPC-1 Banyuurip

EMCL Sebut Kerugian Minim

Editor: nugroho
Selasa, 04 Agustus 2015

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengaku belum menerima laporan secara formal berapa jumlah kerugian yang dialami operator migas Blok Cepu, ExxoMobil Cepu Limited (EMCL), akibat kerusuhan yang terjadi area proyek engineering, procurement and construction (EPC) – 1 Banyuurip.

"Kalau itu tanyakan langsung kepada EMCL," saran Deputy Pengendalian Operasi SKK Migas, Mulyawan kepada suarabanyuurip.com di rumah dinas Bupati Bojonegoro saat rapat koordinasi penanganan insiden di Lapangan Banyuurip, Senin (4/8/2015) kemarin.

Dia menjelaskan, kejadian di Lapangan Banyuurip ini bisa dikatakan emergency. Sehingga, ada mekanisme emergency yang harus diselesaikan dengan segera, jangan sampai obejk vital negara bisa terganggu.

"Oleh karena itu EMCL diperbolehkan melakukan langkah-langkah tercepat dan segera mengatasi masalah itu," ujarnya singkat.

Sementara itu, Vice President ExxonMobil Indonesia, Erwin Maryoto, menyatakan, jika kerugian akibat kericuhan di proyek EPC 1 Banyuurip sangat minim. Meski begitu, masih menunggu hasil evaluasi lebih lanjut.

"Tidak ada kerusakan kecuali tanda-tanda untuk pembatas, untuk kerusakan hanya sebagian peralatan kantor, sedangkan fasilitas produksi masih utuh," kata Erwin tanpa menyebutkan jumlah pasti nilai kerugian tersebut.

Disinggung terkait beban biaya akibat kerugian yang dialami, Erwin nampak enggan menyebutkan dengan detail. Dia mengatakan, kerugian itu bukan dibebankan kepada siapa-siapa karena pada saat itu tidak ada produksi.

"Secara langsung tidak ada kerugian, sementara untuk fisik sangat minimal," tegasnya.

Sebagiamana diketahui, kerusuhan yang dilakukan ribuan pekerja EPC-1 Banyuurip pada Sabtu (1/8/2015) kemarin, telah mengakibatkan sejumlah fasilitas rusak. Bahkan beberapa mobil dirusak dan dibakar. Akibat kerusuhan itu, EMCL juga menghentikan sementara produksi 55 ribu barel per hari (BpH).(rien)

Dibaca : 557x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan