Rabu, 13 Desember 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

EMCL Sempurnakan Pengelolaan Sampah di Karangagung

Editor: samian
Rabu, 22 November 2017
Ali Imron
KELOLA SAMPAH : Seminar dan pameran hasil pengelolaan sampah di Desa Karangagung, Kecamatan Palang.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban - Operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) terus berupaya menyempurnakan pengelolaan sampah di Desa Karangagung, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Melalui seminar dan pameran hasil pengelolaan sampah di Gedung Serbaguna Jl. Tuban-Gresik, Dusun Timur, Ex Pasar Lawas Karangagung, diharapkan ada masukan strategi maupun teknologi baru.

“Program ini komitmen EMCL dalam bidang kesehatan dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, nyaman, dan menghasilkan,” ujar perwakilan EMCL, Rifqi Romadhon, melalui pesan yang diterima suarabanyuurip.com, Rabu (22/11/2017).

Melalui aksi nyata ini, EMCL berharap bisa membantu pemerintah setempat untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Terutama pada aspek kesehatan.

Desa Karangagung merupakan lokasi program penataan kampung, melalui pengelolaan sanitasi dan sampah rumah tangga guna memperbaiki kualitas hidup masyarakat. Kerja sama ini melibatkan EMCL dengan LPTP, dan Pemerintah Desa Karangagung.

Pemilihan ditetapkan menjadi sasaran program karena berdasarkan hasil assessment, dari 2.804 KK yang ada di Desa Karangagung kurang lebih 50% (1.402 KK) memiliki WC sendiri. Fasilitas WC yang dimiliki warga sebagian besar juga kurang memenuhi standar.

Sedangkan 50% warga tidak memiliki WC dan biasanya melakukan Buang Air Besar (BAB) di laut, sungai, tambak, serta di ruang-ruang terbuka. Ada cara unik, khususnya bagi perempuan yang tidak memiliki WC. Mereka BAB di kantong plastik dan dibuang ke laut, sungai, atau dibuang bersamaan saat membuang sampah.

Kondisi sanitasi dan lingkungan desa ini semakin tidak sehat, akibat perilaku membuang sampah sembarangan tempat. Hampir setiap sudut-sudut permukiman ataupun ruang kosong menjadi tempat sampah.

Berdasarkan hasil assessment setiap rumah tangga rata-rata menghasilkan sampah padat sekira 0,5 kg/KK. Terdiri dari sampah non organik 65 % (0,35 kg) berupa plastik, dan kertas dan sampah organik 35 % (0,15 kg) berupa daun dan sisa makanan. Secara keseluruhan jumlah sampah yang dihasilkan dari  2.804 KK, menghasilkan 1,402 ton/hari atau 42,06 ton/bulan atau 504,72 ton/tahun.

Sebagai upaya memperbaiki kondisi sanitasi lingkungan di Desa Karangagung yang kurang sehat, EMCL bekerja sama dengan LPTP dan Pemerintah Desa Karangagung melakukan upaya pengelolaan sanitasi dan sampah rumah tangga di Desa Karangagung. Sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan BAB sembarangan, dilakukan kegiatan pembangunan 1 unit MCK komunal yang terintegrasi sistem biogas dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Sedangkan untuk mengatasi perilaku pembuangan sampah sembarangan, melalui pendekatan Sekolah Lapangan (SL) Pengelolaan Sampah hingga terbentuk Bank Sampah yang diberi nama Bank Sampah Permata Bahari. Program ini telah dilaksanakan sejak Desember 2016 hingga November 2017.

Hasil program ini antara lain terbangunnya MCK Plus di RT 01 Dusun Barat, Desa Karangagung, yang telah dimanfaatkan rata-rata 14 keluarga.

Program ini telah berhasil membuat lingkungan di sekitar MCK, menjadi lebih sehat dan Bank Sampah Permata Bahari telah mampu mengorganisir masyarakat untuk mengelola sampah secara terpadu.

Bank sampah ini telah menjadikan lingkungan menjadi lebih sehat. Adapun sekolah lapangan sendiri menghasilkan produk-produk yang berguna dan bernilai ekonomi. Diantaranya sampah pupuk organik padat dan cair, sayuran organik, dan kerajinan tangan.

Sementara, Kepala Desa Karangagung, Murto, mengucapkan banyak terimakasih kepada EMCL karena sejak 2014 selalu berkomitmen terkait program kemasyarakatan infrastruktur. Hasil dari program ini sudah mulai terlihat, buktinya beberapa warga sudah mulai mengubah kebiasaan buruk dalam membuang sampah dan BAB sembarangan.

“Sekalipun masih harus ditingkatkan,” sergahnya.

Hadir pula Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tuban. Mewakili Bupati Tuban, instansi yang juga konsentrasi pada sampah memaparkan kondisi persampahan di Kabupaten Tuban. Dilanjutkan kebijakan pengelolaan sampah rumah tangga.

Direktur Bank Sampah Gobel Tuban, Susana, juga menceritakan latar belakang berdirinya Bank Sampah Gobel. Dilanjutkan beberapa kegiatannya, dan memotivasi semua orang untuk pengelolaan sampah tingkat rumah tangga.

Pada kesempatan tersebut dihadiri 140 peserta. Mereka mengikuti acara seminar, pameran produk pengelolaan sampah, dan pameran produk Karangagung.(Aim)

Dibaca : 162x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan