Rabu, 19 September 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

EMCL Serahterimakan Apartemen Ikan ke HNSI Tuban

Editor: samian
Senin, 27 Agustus 2018
12
Ali Imron
SIMBOLIS : Serah terima apartemen dari EMCL ke HNSI Tuban.
SuaraBanyuurip.com
Secara simbolis diserahkan bibit pohon bakau.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban- Setelah melakukan sosialisasi pada 23 Mei 2018 di Balai Desa Karangagung, Kecamatan Palang, hari ini operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) menyerahkan apartemen ikan kepada Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Tuban, Jawa Timur.

Apartemen berukuran 7m x 7m x 7m rencananya dilarungkan dan ditanam di dasar laut pada Rabu (29/8) mendatang. Tepatnya di koordinat 112017’13.7146”E – 6043’36.1589”S.

“Apartemen ikan ini merupakan program pilot project kami,” ujar Perwakilan EMCL, Ichwan Arifin, kepada suarabanyuurip.com, setelah serah terima di Pantai Kelapa Panyuran, Kecamatan Palang, Senin (27/8/2018).

Ichwan sapaan akrabnya, menjelaskan, apartemen ikan merupakan salah satu alat bantu yang ditujukan untuk menjaga keberlangsungan pemanfaatan sumber daya ikan. Adanya apartemen ini diharapkan, dapat melindungi sekaligus menjaga habitat alami melalui aktivitas tangkap ikan secara ekologis.

Pemasangan apartemen ini juga bertujuan, meningkatkan hasil tangkapan dengan cara pemulihan sumber daya ikan. Pengelolaan dan pemanfaatannya harus dilaksanakan secara bertanggungjawab, agar tetap terjaga dan berfungsi baik untuk jangka waktu yang panjang.

Lebih dari itu, sebagai negara Kepulauan Indonesia memiliki potensi sumber daya laut dan ikan yang luar biasa. Kendati demikian, nelayan yang hidup sebagai kelompok masyarakat pesisir, 70% tingkat kesejahteraannya masih sangat rendah dan dalam kategori miskin.

Seperti yang terjadi di wilayah perairan Karangagung, Kecamatan Palang, dimana 2072 nelayan di desa tersebut selama tujuh tahun terakhir mengalami penurunan pendapatan. Dari rata-rata Rp4.50 ribu turun menjadi Rp1.50 ribu per hari.

“Ini menunjukkan indikasi overfishing,” terangnya.

Diantara tandanya dengan menurunnya hasil tangkapan nelayan, semakin kecilnya ukuran-ukuran ikan yang ditangkap. Sulit dan jauhnya mencari daerah tangkapan ikan, dan semakin langkanya beberapa jenis spesies ikan.

Penurunan sumber daya ikan merupakan dampak dari interaksi, antara aktivitas penangkapan yang semakin intensif. Adanya alat tangkap yang tidak ramah lingkungan perairan sehingga mengakibatkan terjadinya degradasi habitat perikanan dan biota laut.

Secara ekologis, habitat sangatlah penting bagi keberlangsungan reproduksi sumber daya ikan. Dikarenakan fungsinya sebagai daerah pemijahan (spawning ground), serta daerah mencari makan (feeding ground).

“Kami harapkan program ini bermanfaat bagi nelayan Palang,” harapnya.

Mewakili nelayan di wilayahnya, Ketua HNSI Tuban, Faizol Rozi, mengapresiasi EMCL karena senantiasa peduli pada kesejahteraan nelayan Tuban. Sudah barang tentu apartemen ikan ini, lambat laut akan meningkatkan tangkapan nelayan.

“Jujur saja dari sekian perusahaan di Tuban, baru EMCL yang peduli terhadap nelayan,” sambungnya.

Faisol menjelaskan, dengan adanya rumpon di laut, maka ikan akan dapat berkembang biak disana. Berbagai jenis rumpon ditanam oleh nelayan seperti rumpon dari bambu, ban, maupun furnitur besar dan rumah dan apartemen ikan. 

Untuk di wilayah perairan Tuban sendiri, terdapat FSO Gagak Rimang milik EMCL yang memiliki pancang besar dan diyakini nelayan ditumbuhi berbagai biota laut. Namun sebenarnya wilayah FSO ini merupakan wilayah yang tidak diizinkan untuk adanya aktivitas perikanan tangkap di sekitarnya, agar keamanan operasional pengangkutan minyak mentah dari Bojonegoro dapat terjaga. 

Keberadaan rumah ikan ini sangat penting, karena berfungsi sebagai area pemijahan dan asuhan agar ikan, udang, cumi, rajungan, maupun biota laut lainnya dapat berkembang biak dan tumbuh.

Dalam UU No 45 tahun 2009 tentang perikanan, dijelaskan pemanfaatan secara optimal diarahkan pada pendayagunaan sumber daya ikan dengan memperhatikan daya dukung yang ada dan kelestariannya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. 

"Kami berharap apartemen ikan ini juga bisa menjaga ekosistem anemon laut, soft coral, jelatung laut, ascidian, dan kipas laut," tegasnya. 

Dalam serahterima apartemen, juga dibuka program konservasi pantai. Rencananya ada 3.000 pohon bakau yang ditanam mulai pesisir Karangagung sampai Desa Leran, dan Glodog Kecamatan Palang.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Camat Palang, Danramil, Polsek, Lembaga Pengembangan Teknologi Perdesaan (LPTP) Surakarta, security FSO Gagak Rimang, dan Kamladu Palang. (Aim)

Dibaca : 422x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan