Sabtu, 24 Februari 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Empat Pasangan Diciduk, Satu Oknum Aparat Lolos

Editor: samian
Rabu, 14 Februari 2018
Ali Imron
RAZIA : Personel Polisi Militer langsung menangani oknum dilokasi razia.
TERKAIT:

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban - Pada perayaan Valentine tanggal 14 Februari 2018, petugas gabungan Satpol PP, TNI, Polri melakukan razia kos-kosan dan hotel. Hasilnya ada empat pasang muda-mudi terciduk dibawa ke kantor Satpol PP, dan satu lagi diduga oknum aparat seragam loreng lolos dari razia karena bisa menunjukkan surat nikahnya.

"Razia ini sebagai bentuk penegakan Perda Nomor 16 tahun 2014 tentang penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum," ujar Kepala Satpol PP Tuban, Heri Muharwanto, kepada suarabanyuurip.com, saat ditemui di kantornya Jalan Kartini Nomor 2 Tuban, Rabu (14/2/2018).

Heri menjelaskan, razia sebenarnya telah dilakukan sejak hari Selasa (13/2) malam. Dari tahun ke tahun, momentum valentine kerap disalah gunakan untuk berbuhubungan intim secara bebas. Mereka yang bukan mohrimnya, bersenang-senang di kos-kosan maupun hotel langganannya.

Atas kerjasama semua pihak, sehari ini ada lima pasangan yang terciduk. Dua pasang bisa menunjukan surat nikahnya, sedangkan tiga pasang lainnya karena tak memiliki surat nikah langsung dibawa ke kantor. Sementara satu pasang lainnya terjaring pada malam sebelumnya.

Mereka yang diperiksa di kantor Satpol PP dan tertangkap di kos-kosan bernama, CYI asal Bekasi berpasangan dengan DJN asal Indramayu. Kemudian SMW asal Kudus berpasangan dengan MAB asal Tuban, MHR asal Tuban berpasangan dengan SFI asal Lamongan, KAI berpasangan dengan LKH asal Bojonegoro, terciduk di salah satu hotel di tepi jalur Pantura.

"Jika ada yang terbukti Pekerja Seks Komersial (PSK) akan kita kirim ke panti Kediri," jelas Heri.

Kalau memang bukan PSK, kata Heri, orang tua yang bersangkutan akan dipanggil ke kantor. Apabila sudah tidak punya orang tua, maka kepala desa/lurah atau camatnya akan kami ajak koordinasi lebih lanjut.

Tak hanya itu, pemilik hotel atau kos-kosan yang bersangkutan juga akan dipanggil guna pembinaan. Apabila sering menjadi tempat mesum, pemkab tak akan segan mencabut izinnya seperti hotel di Kecamatan Rengel.

Soal oknum yang diduga aparat yang diperiksa di hotel tempat dilakukannya razia, Heri enggan memberikan keterangan dengan jelas. Kebetulan pihak keluarganya bisa menunjukkan surat nikah, jadinya lolos dari razia.

Pantauan di lokasi, oknum aparat tersebut langsung ditangani Polisi Militer (PM). Sekaligus diminta membuat surat pernyataan di atas secarik kertas, dengan tulisan bolpoin.(aim)

Dibaca : 1266x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan