Minggu, 19 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

ExxonMobil Gelar Lokakarya ke-2 PTK Guru

Editor: samian
Sabtu, 16 September 2017
Ali Imron
TINGKATKAN KOMPETENSI PENDIDIK : Para guru mempraktikan langsung materi pada lokakarya ke-2 di Tuban.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban - ExxonMobil bersinergi dengan Putra Sampoerna Foundation (PSD) kembali menggelar pelatihan lokakarya Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ke-2 bagi guru di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Kegiatan ini berpusat di dua titik, yakni SMP Bina Anak Sholeh (BAS), dan Pusat Belajar Guru (PBG) setempat.

"Alhamdulillah sekolah kami dipercaya menjadi tuan rumah pelatihan," ujar Kepala SMP BAS Tuban, Anik Winarni, kepada suarabanyuurip.com, di lokasi pelatihan, Sabtu (16/9/2017).

Selama dua hari tanggal 16-17 September, para peserta akan praktik langsung di dalam kelas. Untuk di SMP BAS ada dua kelas. Rumpun mata pelajaran IPS dan rumpun mata pelajaran lain-lain. Sedangkan di PBG juga dua kelas, dengan rumpun mata pelajaran MIPA dan Bahasa.

Untuk jumlah peserta lokakarya PTK guru di Tuban, ada 79 guru dari SMPN 1 Palang, SMPN 2 Palang, dan SMP BAS. Diharapkan adanya lokakarya PTK kali ini, kemampuan guru khususnya di SMP BAS meningkat. Sekaligus memenuhi visi misi pemilik sekolah Fathul Huda yang menjabat Bupati Tuban, dengan porsi kemampuan siswa 50% akademik, dan 50% lainnya pendidikan agama.

Pengawas School Development Program (SDP) atau program pengembangan sekolah, Syaichon, menambahkan, pelatihan PTK bagi guru ini tujuannya meningkatkan kompetensi pendidik dalam menyusun rencana pendidikan. Sekaligus melaksanakan PTK sebagai refleksi, dari penguasaan mereka terhadap materi yang diajarkan.

Mulai pemahaman terhadap karakteristik peserta didik, dam penguasaan terhadap teori dan praktik pedagogik. Sedangkan hasil yang diharapkan adalah meningkatkan pengetahuan, dan ketrampilan peserta pasca lokakarya ke-1 dan pendampingan ke-1.

Dimana setiap guru dapat melakukan analisa atas data penelitian dan melakukan refleksi. Melakukan analisa pencapaian indikator pencapaian keberhasilan. Melakukan analisa deskriptif kuantitatif.

Pendidik dapat melakukan penyusunan laporan PTK. Melakukan penyusunan PPT PTK. Melakukan penyusunan artikel ilmiah, dan terakhir mampu melakukan persiapan presentasi ilmiah.

"Intinya setelah menerima materi pasa sesi-1 sekarang praktek di dalam kelas dengan pendamping dari Unesa Surabaya," jelasnya.

Untuk rencana tindaklanjut pendampingan lokakarya ke-2 PTK, para peserta melakukan analisa atas data penelitian dan melakukan refleksi. Melakukan analisa pencapaian indikator pencapaian keberhasilan. Melakukan analisa dekriptif kuantitatif. Melakukam penyusunan laporan PTK. Melakukam penyusunan PPT PTK, dan terakhir menyusun artikel ilmiah.

Selain di Tuban, lokarya juga digelar di Bojonegoro. Ada tiga titik sasaran yakni SMAN 1 Kalitidu dua kelas (Mapel Bahasa), SMPN 1 Gayam dua kelas (Mapel MIPA dan IPS), dan SMPN 1 Purwosari (Mapel Bahasa). Untuk pesertanya 174 guru dari SMPN 1 Kalitidu, SMPN 1 Gayam, SMPN 1 Purwosari, SMAN Kalitidu, SMA Islam Nurul Ulum, dan SMKN Purwksari.(Aim)

 

Dibaca : 193x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan
iklan