Kamis, 21 September 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

FAR Desak Realisasi Perda Perlindungan Anak

Editor: samian
Selasa, 22 Desember 2015
SuaraBanyuurip.com/Ali Imron
DESAK : FAR mendesak Pemkab Tuban segera merealisasikan Perda perlindungan perempuan dan anak nomer 13 tahun 2013.

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban - Forum Anak Ronggolawe (FAR) Kabupaten Tuban, Jawa Timur, dalam peringatan hari Ibu mendesak Pemkab setempat, untuk merealisasikan Peraturan Daerah (Perda) Perlindungan Anak Nomor 13 tahun 2013. Permintaan tersebut lantaran masih tingginya angka kekerasan terhadap perempuan, dan anak di wilayah setempat.

“Perda Nomor 13 tahun 2013 harus segera direalisasikan,” kata Ketua FAR Tuban, Erlina, kepada Suarabanyuurip.com, ketika usai melakukan hearing bersama Pemkab Tuban, Selasa (22/12/2015).

Perda yang telah ditetapkan tahun 2013 tersebut, terkesan hanya sebatas regulasi tanpa implementasi. Terbukti sampai akhir tahun 2015 jumlah kasus kekerasan yang diketahui sebanyak 115 kasus.

“Catatan tersebut bukti lemahnya Perda,” imbuhnya.

Hal tersebut sangat memprihatinkan mengingat Pemkab setempat, memproyeksikan Tuban menjadi Kota Layak Anak (KLA). FAR yang aktif mengawal isu perlindungan anak berharap, Satuan kerja (Satker) Pemkab Tuban lebih serius menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Sehingga setiap kasus kekerasan yang terjadi di wilayah setempat, cepat ditangani melalui Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2 TP2A).

“Sampai saat ini masih banyak kasus kekerasan anak yang masih ngambang,” jelasnya.

Selain merealisasikan Regulasi perlindungan anak, FAR juga mendesak Perda Nomor 13 tahun 2013 harus disesuaikan dengan UU perlindungan anak Nomor 35 tahun 2014.

Secara terpisah, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Keluarga Berencana dan Pemerintahan Desa (Bappemas KB dan Pemdes) Tuban, Mahmudi, mengatakan, pihaknya segera menindaklanjuti usulan tersebut.

Terkait penyesuaian Perda dengan UU Perlindungan Anak membutuhkan proses panjang, alasannya banyak pertimbangan yang harus diajukan ke DPRD setempat.

“Pemkab menyambut baik usulan dari FAR,” sambungnya.

Pihaknya mengakui jumlah kasus kekerasan di Tuban terus meningkat, tetapi Bappemas sudah bekerja keras menyosialisasikan Perda tersebut ke masyarakat.

“Efektif tidaknya Perda tersebut tergantung kesadaran  masyarakat,” pungkasnya. (Aim)

Dibaca : 349x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan