Rabu, 20 September 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Festival Budaya Kalang Diramaikan Seniman Mancanegara

Editor: samian
Rabu, 06 September 2017
Ali Imron
Festival budaya kalang.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban - Pemerhati Kalang dari Kabupaten Tuban, Jawa Timur, dan Kabupaten Rembang, Blora, Jawa Tengah, disengkuyung penuh oleh Sanggar Gaung Prana Jati Sekaran Kecamatan Jatirogo bekerjasama dengan KPH Jatirogo berencana menggelar festival budaya kalang. Even ini digelar pada tanggal 9-10 September bertempat di KPH Jatirogo Tuban, dan diikuti seniman mancanegara.

"Mari himpun energi dalam semangat Kalang," ujar salah satu penanggungjawab acara, Budi melalui siaran resmi yang diterima suarabanyuurip.com, Rabu (6/9/2017).

Istilah Wong Kalang atau budaya Kalang atau peradaban Kalang dalam penelitian yang dilakukan oleh Soelardjo Pontjosoetirto (1971) menggambarkan tentang keberadaan orang Kalang yang tersebar di sepanjang sisi utara dan selatan Pulau jawa.

Berawal dari minimnya data. Sedemikian banyaknya sebaran situs Kalang, yang notabene ada semacam pembiaran oleh pemangku kebijakan. Sekaligus makin maraknya penjarahan situs Kalang ini menjadi titik awal pembicaraan yang mengerucut pada Festival Budaya Kalang.

Situs makam Kalang umumnya tersebar di sekitar perbatasan Jawa Timur, dan Jawa Tengah seperti  di Cepu dan beberapa wilayah di Blora, di Tuban. Sedangkan di Bojonegoro situs Kalang yang terbesar ada di Desa Kawengan, Kecamatan Kedewan, (berbatasan dengan Cepu-Blora dan Singgahan-Tuban) berjumlah 109 makam.

Peninggalan tersebut berada di area seluas 35 Ha, di Kecamatan Malo (tidak jauh dari Kawengan) berjumlah 17 makam di area 12 Ha. Ada juga di kecamatan lain tetapi hanya berjumlah 1 atau 2 makam saja.

Semua berada di kawasan hutan jati di bawah penguasaan Perhutani. Sayang, kondisi situsnya semakin lama semakin rusak parah. Padahal situs yang ada di Desa Kawengan, konon sudah diperdakan sebagai situs cagar budaya oleh Pemprov Jatim.

"Serupa diceritakan Siswo Nur Wahyudi salah seorang Budayawan dan pemerhati Kalang dari Bojonegoro," ujar penanggungjawab lain, Yoyok.

Kegiatan ini sekaligus menjaring, dan mengumpulkan mereka yang memiliki kepedulian akan masyarakat Kalang. Dimana kini tidak diketahui ujung pangkalnya.

Melecutnya kembali semangat Kalang dengan menghadirkan secara sukarela pemerhati, dan seniman dari dalam dan luar negeri. Diantaranya ada Arrrington de Dionyso dari Amerika Serikat, Gilles Saisi Perancis,  Saung Swara Salatiga,  Sekrtaji Jogja,  Ganesa Bakti Pertiwi Karangkates, Log Sanskrit Jogja, Selendang Wangi Universitas Negeri Jember, AgusRiyanto Batu, Komunitas WALIKUKUN  Tulungagung.

Panitia juga menyediakan panggung terbuka dan bebas untuk yang ingin berpartisipasi pada tanggal 9 September 2017, bersamaan dengan  acara melukis bersama dan mural mulai jam 15.00 WIB.

J. F. X. Hoerry salah seorang sastrawan jawa dari Bojonegoro pernah menulis sebuah buku napak tilas Wong Kalang Bojonegoro. Drs. Dwi Cahyono juga akan hadir sebagai salah satu nara sumber dalam Jagongan Budaya Kalang pada tanggal 10 September sebelum Jelajah Situs Kalang.

Sedangkan untuk artefak Kalang akan dibawa dari Blora oleh Lukman Wijaya salah seorang peneliti Kalang dari Blora. Komunitasnya telah mengamankan banyak artefak kalang disimpan rapi dalam museum pribadi komunitas tersebut.(Aim)

Dibaca : 190x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan