Rabu, 22 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Full Day School: PCNU Kontra LPIT Al Uswah

Editor: samian
Selasa, 22 Agustus 2017
Ali Imron
TOLAK FDS : PCNU Tuban memasang baliho jumbo penolakan FDS di perempatan Jalan Pramuka atau di depan Balai Wartawan.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban - Membincang model pendidikan Full Day School (FDS), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tuban, Jawa Timur, dengan gamblang menolak Permendikbud No. 23 Tahun 2017, tentang Lima Hari Sekolah. Lain halnya dengan Lembaga Pendidikan Islam Terpadu (LPIT) Al Uswah Tuban, justru menilai FDS merupakan pilihan.

“Prinsipnya FDS di Tuban belum bisa dilaksanakan,” ujar Wakil Ketua Bidang Pendidikan PCNU Tuban, Sutrisno Rahmad, kepada suarabanyuurip.com, Senin (21/8/2017).

Pria yang juga menahkodai Dewan Pendidikan Tuban ini, menilai Sumber Daya Manusia (SDM) dan sarana prasarana FDS belum ada. Tak pelak, organisasi masyarakat terbesar di Bumi Wali (sebutan lain Tuban) ini pada hari Minggu (20/8) memasang beberapa baliho jumbo di titik strategis bertuliskan "Pak Jokowi, Warga NU Menolak Permendikbud No.23 Tahun 2017".

Alasan penolakan PCNU terhadap FDS sederhana. Apabila kebijakan ini diterapkan, tentu akan menimbulkan problem baru di dunia pendidikan. Selain itu, bakal mengganggu jam belajar di Taman Pendidikan Alquran (TPQ) dan Madrasah Diniyah (Madin) yang sudah lama berjalan dan membudaya.

Munculnya polemik baru tersebut, karena Tuban sendiri masih kekurangan 200 guru lebih spesialis mengajar Pendidikan Agama Islam (PAI). Bagaimana mau membangun karakter, jika SDM-nya kurang.

Kebijakan sekolah delapan jam ini, dikhawatirkan menambah belanja sekolah swasta. Logikanya, semua lembaga harus menyediakan makan siang ketika istirahat pukul 12:00 WIB.

“Sekolah swsta mau tidak mau harus menyediakan makan siang," jelas Sutrisno.

Lain halnya pemikiran Direktur LPIT Al Uswah Tuban, Ahmad Muadzin. Dia menilai lembaga mau FDS boleh, tidak pun juga tidak ada masalah. Sekalipun belum menelaah secara lengkap apa isi Permendikbud tentang FDS ini, jika melihat pernyataan Presiden di berbagai media bahwa FDS ini adalah pilihan.

Di era milineal semcam ini, dunia pendidikan harus banyak inovasi dan kreatif. Diakui ataupun tidak, publik mulai sadar, sekolah harus menunjang perkembangan anak.

"Anak tidak memiliki skill akan ditinggalkan," jelasnya panjang lebar.

Tak salah jika lembaga pendidikan sekarang harus mengedepankan inovasi. Realitanya sekolah yang banyak inovasi itu yang menerapkan FDS. Sekalipun ada juga yang bukan FDS, tapi tidak banyak.

Pada intinya bagi pihaknya tidak membicarakan FDS itu penting atau bukan. Pointnya justru lebih banyak ber-inovasi di dunia pendidikan, itu lebih baik.

“LPIT Al Uswah sendiri memiliki segudang prestasi setelah sejak tiga tahun terakhir menerapkan FDS," pungkasnya.(Aim)

Dibaca : 422x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan
iklan