Selasa, 26 Maret 2019
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Gadis Tuban Rilis Novel Asimetris

Editor: nugroho
Senin, 24 Desember 2018
Hidayatul Khoriyah
Ro’ifatu Faizah menunjukkan novel Asimetris yang baru dia rilis.

SuaraBanyuurip.comHidayatul Khoiriyah

Tuban- Geliat literasi di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, semakin berkembang. Salah satunya muncul penulis muda di Bumi Ronggolawe-sebutan lain Tuban. 

Dia adalah Ro’ifatu Faizah. Gadis berusia 23 tahun itu telah resmi merilis novel perdananya pada akhir Desember 2018, berjudul Asimetris.

Saat ditemui suarabanyurip.com, Ro'ifatul berbagi cerita tentang proses menyelesaikan novel perdananya yang dinaungi penerbit indie di Kota Kembang-Bandung. Dara kelahiran Tambakboyo itu mengaku harus berjibaku menyelesaikan novelnya.

“Malas selalu menjadi penyakit bagi saya dalam merampungkan tulisan, itu saya lawan,” ujar dara ramah itu, Senin (14/12/2018).

Ro'ifatul menggeluti dunia tulis menulis sejak duduk di bangku sekolah menengah atas. Hobi itu terus diasah dengan mengikuti sejumlah kegiatan literasi dan kesenian lain di kabupaten berpenduduk 1,3 juta jiwa-sebutan lain Tuban.

Hingga akhirnya dia mampu meraih salah satu mimpinya menerbitkan sebuah novel. Sekalipun harus berjuang membagi waktu antara menulis, kuliah, dan bekerja.

“Cukup sulit melakukan secara kontinyu, tapi syukur bisa saya lakukan,” Imbuh mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi itu.

Selama ini menulis sudah menjadi rutinitas. Dari menulis, Ippo, begitu Ro'ifatul biasa disapa, mengaku menemukan kenikmatan khusus.

Begitu juga saat mengikuti berbagai kegiatan literasi banyak pengetahuan baru yang didapat Ippo.

“Bertemu orang-orang baru itu juga salah satu cara saya untuk memperluas cara pandang dan menumbuhkan cara pikir,” imbuhnya. 

Kumaidi, salah satu pegiat sastra di Tuban mengapresiasi penulis muda yang mencoba melahirkan berbagai karya. Namun hal itu membutuhkan dukungan dari berbagai kalangan, termasuk pemegang kebijakan daerah dan masyarakat.

“Sejak dulu, kegiatan seni atau literasi khususnya sangat kurang diperhatikan di Tuban,” tambah dramawan asal Widang itu.

Kegiatan literasi perlu diperhatikan agar dapat menjadi media pendidikan dalam masyarakat. Seperti kutipan penulis tersohor Pramoedya Ananta Toer, "Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah." (hida)

Dibaca : 1946x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>