Gandeng Operator Migas Kembangkan Kawasan Ekonomi Pedesaan

Kamis, 28 Maret 2019, Dibaca : 651 x Editor : nugroho

ririn wedia
Yuseriza A. Leksana.


SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro, Jawa Timur, terus meningkatkan pengembangan kawasan ekonomi pedesaan dengan melibatkan kontraktor kontrak kerjasama (KKKS) atau operator migas di wilayahnya.

Kasubid Pengembangan Ekonomi, Koperasi dan Kepariwisataan Bappeda Bojonegori, Yuseriza A. Leksana, menjelaskan ada 18 kawasan ekonomi pedesaan di 28 kecamatan yang dikembangkan pada pada tahun 2017 dan 2018.

Baca Lainnya :

    "Tahun ini, akan bertambah lagi," kata Reza, sapaan akrabnya.

    Pelibatan operator migas dalam pengembangan ekonomi pedesaan ini karena mereka konsen pada pemberdayaan masyarakat di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan. Diantaranya operator migas Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), dan Pertamina EP Cepu (PEPC), dan operator Lapangan Gas Jambaran Tiung Biru (JTB) ini dikarenakan 

    Baca Lainnya :

      "Seperti PEPC ada pendampingan peternak telur di Kecamatan Ngasem, dan EMCL juga ada program pendampingan agrowisata di Kecamatan Gayam," tukasnya. 

      Pengembangan kawasan ekonomi pedesaan kedepan bisa melalui program corporate social responsibility (CSR) ataupun sponsorship. Sehingga desa-desa yang berpotensi memiliki inovasi dan kreasi dapat dikembangkan lagi.

      Sementara itu, Juru Bicara EMCL, Rexy Mawardijaya menyampaikan, dalam menjalankan program pengembangan masyarakat, pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah dan SKK Migas.

      "Koordinasi itu, untuk memastikan program yang dilaksanakan sesuai kebutuhan masyarakat serta sejalan dengan program pemerintah," tutupnya. 

      Sedangkan Public and Government Affair PEPC, Kunadi, belum memberikan tanggapan terkait hal itu.(rien)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more