Selasa, 18 Desember 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Gandeng Perusahaan Migas Kembangkan Ekonomi Pedesaan

Editor: samian
Selasa, 04 Desember 2018
Ririn Wedia
Bupati Anna (kerudung putih) saat meninjau beberapa produk lokal usai membuka lokakarya pengembangan kawasan ekonomi pedesaan.

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, menggelar lokakarya pengembangan jaringan kemitraan program pengembangan kawasan ekonomi pedesaan di Partnership Room lantai 4, Gedung Pemkab setempat, Selasa (4/12/2018).

Lokakarya dihadiri oleh pelaku usaha di desa, Bappeda Pemprov Jatim, akademisi, perusahaan besar termasuk perusahaan minyak dan gas bumi (Migas) yakni operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), operator Lapangan Unitisasi Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB) Pertamina EP Cepu (PEPC), serta operator Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Pertamina EP Asset 4.

"Kita juga libatkan atau menggandeng perusahaan migas untuk mengembangkan ekonomi pedesaan. Karena bisa menjalin kemitraan dengan masyarakat melalui program corporate social responsibility atau CSR," kata Kepala Bappeda, I Nyoman Sudana, disela-sela acara.

Menurut pria asal Bali, lokakarya ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian di masyarakat melalui produk-produk unggulan masing-masing desa.

"Kami sudah menjalankan program kawasan ekonomi pedesaan sejak tahun 2015, dan masih banyak kendala yang harus diatasi bersama-sama," imbuhnya.

Kendala yang dialami selama ini di masyarakat dalam mengembangkan kawasan ekonomi pedesaan diantaranya sumber daya manusia, infrastruktur dan permodalan.

"Kita butuh sinergitas dari semua pihak untuk bisa mengembangkan kawasan ekonomi pedesaan," tukasnya.

Bupati Anna Muawanah menegaskan, akan membuka akses pemasaran bagi semua produk-produk lokal yang selama ini sudah dikembangkan masyarakat di masing-masing desa.

"Kami juga akan mendorong dari segi variatif , standarisasi, hingga kemasan setiap produk," tukas wanita berhijab ini.

Pihaknya menyarankan agar semua pelaku usaha di Bojonegoro untuk mengurus perizinan agar produk-produk tersebut bisa dipatenkan.

"Sehingga, mempermudah dalam pemasaran," tandasnya.

Sementara Ketua DPRD Bojonegoro, Sigit Kusharianto, mengatakan, keberadaan industri Migas telah menyumbangkan pendapatan yang besar bagi daerah melalui Dana Bagi hasil Migas.

"Perlu adanya kebijakan konstruktif agar pengembangan kawasan ekonomi bisa menyeluruh ke pedesaan," tegas Politisi asal Partai Golongan Karya (Golkar).

Menurut pria berkumis lebat, keberadaan lokakarya ini diharapkan bisa membengun kemitraan yang baik antara pemerintah desa, pelaku usaha, dan stake holder lainnya baik dari unsur pemerintah maupun swasta.(rien)

Dibaca : 174x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan