Selasa, 21 Mei 2019
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Geliat Desa Wisata Sekitar Lapangan Minyak Banyu Urip

Editor: nugroho
Minggu, 12 Mei 2019
Ist
SENERGI : Pengelola Desa Wisata di wilayah Gayam bersama Disbudpar dan EMCL mengembangkan wisata.

SuaraBanyuurip.com - Edi Supraeko

Bojonegoro - Pengembangan Desa Wisata ring satu Lapangan Minyak Banyu Urip, Blok Cepu di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mulai menampakkan geliatnya. Antara lain pengembangan wisata edukasi batik di Desa Ringintunggal.

“Menurut saya di sini sudah punya modal yang cukup untuk terus mengembangkan desa wisata. Yang penting konsisten dan mendapat dukungan dari semua pihak,” ucap ketua Asossiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI) Andi Yuwono dalam kesempatan Lokakarya Penyusunan Paket Desa Wisata di Desa Ringintunggal, Kecamatan Gayam, Sabtu (11/5/2019).

Andi Yuwono menyampaikan jika Desa Wisata telah menjadi pilihan wisata alternatif yang menarik para turis domestik maupun internasional. Kata dia, wisatawan tertarik untuk kembali ke alam dan berinteraksi dengan masyarakat lokal.

“Wisatawan langsung belajar tentang budaya dan keunikan lokal bersama warga,” ujarnya.

Menurutnya, kunci suksesnya desa wisata adalah kearifan lokal, inovasi, dan keramahtamahan (hospitality). Juga tentunya dukungan dari Pemerintah dan masyarakat desa.

Sejalan dengan ini, Pemerintah Kecamatan Gayam mendukung terwujudnya desa-desa wisata di wilayahnya.

Camat Gayam, Wardoyo mengakatakan bahwa dukungan tidak hanya dari jajarannya, tapi juga dari Operator Lapangan Migas Banyu Urip, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). 

“Memang rencana kedepannya itu untuk pengembangan desa wisata di wilayah Gayam, sehingga ekonomi masyarakat pun dapat meningkat. Terima kasih untuk semua pihak yang mau bersama-sama mengembangkan wisata di Gayam,” ungkap Wardoyo.

Wilayah Kecamatan Gayam saat ini telah memiliki beberapa bentuk desa wisata. Antara lain Desa Ringintunggal untuk wisata edukasi batik dan tegalan, Desa Brabowan untuk agrowisata jambu kristal, Desa Mojodelik untuk wisata budaya sendang lego dan puthuk kreweng, serta Desa Beged untuk wisata kerajinan bambu. 

“Dukungan EMCL sangat berarti bagi terwujudnya semua ini,” imbuh mantan Camat Baurno itu.

Dukungan juga datang dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Bojonegoro. 

Sekretaris Dinas Pariwisata & Kebudayaan Bojonegoro, M. Ridwan menambahkan, untuk mewujudkan desa wisata yang baik harus dimulai dengan komitmen dari masyarakat. Selain itu, sinergi dan kolaborasi dari masing-masing desa juga diperlukan agar saling mendukung demi kemajuan Bojonegoro kedepannya.

“Ini semua dimulai dari lingkungan kita masing-masing,” pungkasnya.(edi)


Dibaca : 366x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan