Jum'at, 27 Mei 2016
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
Travo Gardu Listrik Terbakar Izin Wisata Wonocolo Tanggung Jawab Pemkab Disnakertransos Bakal Cek Data Korban di BPJS Landasan Helikopter J-TB Digenangi Air Dukung Warga Wonocolo Helat Sedekah Bumi Sedekah Bumi Pesarehan Setoyudo Tim Jurnalis Bojonegoro Keok Dipenyisihan Dewan Minta DPU Ingatkan Pelaksana Proyek Tuntutan Dipenuhi Pemblokiran Dibuka Pekerja Blok Cepu Tewas di Lokasi Proyek Bupati Lamongan Buka Turnamen Futsal Jurnalis Jalan Menuju J-TB Diblokir Warga Mobilisasi Logistik Pengeboran J-TB Dimulai Kualitas Wasit ISC B Tidak Profesional Tempat Karaoke Tutup Selama Ramadan Diminta Lebih Cepat Pelaksanaan Operasi Pasar 18 SPBU di Jatim Siap Uji Coba Dexlite 26 Mei 2016 MoU Kilang Tuban Diteken Siswanto Jabat Koordinator KAHMI Blora Dewan Pendidikan Nilai Sekolah Unggulan Diskriminatif Pemkab Belum Antisipasi Kebocoran Gas April 2017 PEPC Mulai Bor J-TB Pertamina EP Berharap Kelola SP Gas Nglajo Pelaksanaan US Menyisakan Catatan Merah Tak Ada Kenaikan BBM Saat Lebaran IME Tak Dipercaya Lagi Kelola Gas Flare Awal Juni KTM Mulai Giling Penuh 108 Pelajar Tunjukkan Tarian di Harkitnas DPU Sebut Plang Papan Proyek Hilang PP Kebut Pembangunan Jalan J-TB Potong 10% Seharga Fasilitas Blok Cepu Amerika Berminat Investasi Sektor Energi Petisi Tolak Kebangkitan PKI Soroti Proyek APBD Tanpa Plang Papan Nama Gelontor CSR Pendidikan Sekitar PPGJ Guru Bahasa Inggris Bojonegoro dapat Pelatihan Pemerintah Dukung Rosnef Jadi Mitra Pertamina Pertamina Siapkan Investasi Rp 2,1 Triliun Pengumuman Investor Kilang Tuban Molor Ketua MPR Nilai Bupati Suyoto Pemimpin Pancasilais Dua Kades Cekcok di Pameran BBGRM Pakde Karwo Buka Pameran BBGRM Ketua MPR Resmikan Jembatan Bojonegoro Cicak Berkepala Dua Gegerkan Warga Beji Pengendara Sepeda Motor Dominasi Kecelakaan di Cepu 10 Keputusan Penting Percepatan City Gas Blora Warga Rahayu Kesulitan Tangkap Peluang Usaha Minta JOBP-PEJ Perbaiki Jalan Lingkar Rahayu Sepakat City Gas Blora Dipercepat Warung Kopi Triwardoni Dibobol Maling Pemasangan Jargas di Bojonegoro Terancam Gagal Mitos Kunjungan Presiden ke Bojonegoro Belum Terpecahkan Minta PEPC Belajar Dari Blok Cepu Kantor HK Diblokir Warga Kelulusan Siswa Ditentukan Dewan Guru Program City Gas Belum Jelas Bupati Minta Dokumen Dicek Ulang KAHMI Desak Wakil Ketua KPK Mundur Gagalkan Pengiriman Minyak Olahan Ilegal Dewan Lakukan Sidak UN SMP Nilai Mapel IPS Dikuasai SMA Pinggiran Indeks Integritas SMA Lamongan Setara Surabaya Berharap Program CSR Sentuh Pendidikan Pertumbuhan Ekonomi Bojonegoro Melesat Lebihi Nasional Pendirian Patung KSB Terancam Sanksi Management Hotel Aston Bojonegoro Kunjungi Suara Banyuurip Nelayan Bulubanjarejo Hilang Pemkab Blora Rencanakan Bangun Museum Migas EMCL Akan Cek Rencana Pembongkaran ATW Proyek Banyuurip Berakhir, Rumah Kontrakan Mulai Sepi Tripatra Gelar Safety Riding Campaign di Puduk Deklarasi Dukung JIM Menulis Produktif Promosikan Potensi Desa Dengan JIM Perusahaan Migas Diharapkan Sentuh Masyarakat

Geliat Warung Pangkon di Pasar Agrobis Babat

Editor: teguh
Rabu, 14 November 2012
Totok Martono
PASAR AGROBIS : salah satu sudut pasar Agrobis Babat di siang hari. Jika malam Warung Pangkon marak di pasar ini.

Jasa kenikmatan syahwati tampaknya masih marak di pinggir kota. Warung Pangkon pun menjadi ajang transaksi seks komersial.  

KEMEGAHAN pasar Agrobis Semando Babat masih dicemari dengan praktik jual beli birahi. Bila malam turun keramaian pasar yang berlokasi di Desa Plaosan, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur ini menawarkan warna lain dengan transaksi jasa nikmat. Warga setempat menyebut Kopi Pangkon.

Walau pihak aparat polisi setempat telah berulangkali mengoperasi  praktik ini, namun hingga saat ini prostitusi terselubung tersebut masih marak terjadi. Kopi Pangkon bagai ikon bagi penikmat dunia malam di pasar agrobis tersebut. 

Bermula dari para penjual minuman kopi yang rata-rata berjualan secara lesehan menggelar tikar. Mereka rupanya juga menyediakan penjaga wanita muda berdandan menor. Tentunya dengan pakaian seksi pula.

Para penikmat kopi tak hanya mencecap hangatnya secangkir kopi.  Mereka juga bisa mereguk kemolekan raga penjaga warung kopi, yang suka minta dipangku pengunjung. Dari sini kemudian transaksi pun mengalir. Setelah warung kopi tutup, pengunjung bisa membawa para penjaga warung kopi tersebut.

Saat kegiatan prostitusi gelap itu semakin merajalela, sebenarnya pihak aparat keamanan setempat, dari satpol PP Kecamatan Babat, aparat keamanan pasar (Satpam), perangkat desa, dan Karang Taruna Desa Plaosan, telah bertindak tegas dengan rajin melakukan razia. Upaya yang dilakukan tersebut terbukti berhasil dengan tidak adanya kegiatan kopi pangkon. Para pemilik warung kopi tidak lagi memiliki pelayan seksi.

Seiring perjalanan waktu, ibarat pepatah “Hangat-hangat Tai Ayam” upaya aparat keamanan tersebut tidak dilakukan kontinyu. Satu dua pemilik warung kopi mulai berani menyediakan jasa pelayanan plus lagi.

“Memang tidak sevulgar dulu. Para PSK (Pekerja Seks Komersial)-nya sekarang berpakaian lebih rapi. Tapi mereka masih beroperasi menjerat lelaki hidung belang, “ ujar Topa yang mengaku biasa menikmati kehangatan wanita penghibur tersebut saat ditemui di Pasar Agrobis Babat, Selasa (13/11/2012) malam.

Para PSK yang beroperasi di Pasar Agrobis, rata-rata berusia belia. Mereka masih di bawah 20 tahun. Menurut sepengetahuan Topa para PSK itu merupakan pindahan dari pasar burung lama di kota Lamongan. Tarif yang dibandrol berkisar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu.

“Kalau dulu chek in-nya bisa di sekitar Babat tapi sekarang mereka (para PSK) mintanya diajak kencan di Tuban atau Lamongan. Kalau chek ini  di hotel sekitar Babat  mereka takut digerebek aparat keamanan,” ujar  lelaki bertubuh kerempeng tersebut.

Jika praktek warung kopi tidak ingin kembali menjamur, tentunya pihak aparat keamanan harus segera melakukan tindakan preventif.  Sayang jika pasar  yang nilai pembangunannya mencapai Rp52 miliar yang diresmikan Bupati Lamongan, Masfuk, tanggal 27 Juli 2010 lalu itu, lebih populer sebagai tempat transaksi seks. Dan, Warung Pangkon pun masih menghangatkan geliat malam di pasar agrobis Babat. (totok martono)

Dibaca : 9201x
FB
Ada 1 komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Jum'at, 10 Mei 2013 00:17
Harus ada sanksi yg lebih berat!
Songot kawuskandazz
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>