Sabtu, 30 Juli 2016
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
Izinkan Flare Blok Cepu Menyala Kang Yoto Ingin Pelaksanaan OGP Menyeluruh Muspika Mediasi Polemik Kompensasi Mudi EMCL Sosialiasikan Penutupan Sumur ATW Indonesia Akan Jadi Importir Gas di 2021 KIM Sendang Potro Sabet Juara Pertama Drilling Tapen-02 Masuk Run II Logging Terima Keputusan Managemen Buruh Bakar Ban dan Blokir Jalan JOB P-PEJ Terima Penghargaan Cinta Karya Nusantara Dinkes Berikan Vaksinasi Meningitis dan Influenza Pemdes Bubarkan Paksa Massa Gerah Kobar Buruh GCI Ancam Mogok Total Tuntutan Kompensasi Gerah Kobar Berakhir Deadlock BPBD Tinjau Semburan Lumpur Panas di Krondonan Massa Tagih Hasil Kajian Flare Ratusan Massa Mulai Berkumpul di Balai Desa Keuntungan Bagi Negara, Daya Tarik Bagi Investor Pasang Terop di Depan Pintu Sumur Mudi Harga Minyak Rendah Pertamina - Exxon Tetap Untung Sebut Kompensasi Mudi Jadi Pantauan BPK Besok, Warga Rahayu Kembali Demo JOBP-PEJ Belum Pastikan Groundbreaking J-TB Dilakukan Jokowi Atlet Futsal Timnas Ikuti IKA SMADA Cup 2 Setahun Penuh TPP Tak Dibayarkan Ninik: Jabatan Direktur Memang Harus Tenaga Medis Lakukan Deteksi Dini Narkoba pada Siswa Puncak Produksi Blok Cepu Bertahan 3 Tahun ITS Sebut Tak Ada Dampak Lingkungan di Mudi PDSI Ciptakan Sembilan Cyber Rig Tender EPC GPF JTB Masuki Tahap Komersil Kandungan Gas H2S Minyak Banyuurip Tinggi Pupuk Kujang Terancam Batal Bangun Pabrik di Bojonegoro Bojonegoro Raih Adipura Kirana dan Sekolah Adiwiyata Mandiri Pertamina Setuju Produksi Blok Cepu Dinaikan 200 ribu Bph Produksi Sumur Tapen Ditarget Lebih dari 600 bph Direktur Hulu Pertamina Kunjungi Sumur Tapen JOB P-PEJ Diminta Tetap Memberikan Kompensasi Main Pokemon Go PNS Bisa Diberhentikan Lamongan Raih Penghargaan Adipura Kirana Pengangkutan Material J-TB Biangkerok Kerusakan Jalan Gayam Minta Kejelasan Berakhirnya Kontrak Blok Tuban Perhutani Siap Kerjasama dengan Pemkab Pertamina EP Dukung Ide Pemkab JOB P-PEJ Sampaikan Hasil Riset Flare ke Pemda Gerah Kobar Rencanakan Aksi Susulan Permintaan Diskusi di Pad B Ditolak Massa Tuding Riset ITS Hanya Hamburkan Anggaran Desak Perwakilan JOB P-PEJ Temui Warga Ribuan Massa Kepung Sumur Mudi Ribuan Massa Bersiap Menuju Sumur Mudi Paskibraka Kecamatan Gayam Mulai Latihan Mobil Proyek JTB Perparah Kerusakan Jalan Gayam Basra Target Uji Coba Sistem Satu Arah SMP Tuban Sabet Juara 1 O2SN Jatim Sepakat Tolak Pembelian Premium dengan Jerigen Pemkab Tak Tahu Pemanfaatan Sewa TKD Gayam Kantor Utama Kontraktor EPC-1 Selesai Dibongkar Dandim 0813 Pimpin Apel Bersama di Mapolres Bojonegoro Darurat Kekerasan Terhadap Anak Korban Ternyata Berstatus Mahasiswa Bupati Ajak Dampingi Anak dengan Kasih Sayang Pria Ditemukan Tewas dengan Luka Bekas Sajam PT Tripatra Bagikan Tangki Air ke Masjid Blok Cepu Masyarakat Diminta Beli LPG di Pangkalan Polres Usut Kasus Perampasan Kendaraan Pencuri Coba Bobol ATM BRI Gayam Pembatalan Perda Berdampak Menurunnya PAD Targetkan DBH Minyak Bumi 2016 Rp 24,8 Miliar Tunggu Informasi Pemprov Soal Operasional BMKG Camat Margomulyo Jabat Kabag Humas Pemborong Dikeroyok Enam Debt Collector Sekolah Dilarang Gunakan Kekerasan Fisik di PLSBSB Pemda Tambah Anggaran Pembebasan JLS Rp18,5 Miliar Pertamina EP Realisasikan Perbaikan Jalan Tapen Realisasi DBH Pajak Tuban Capai 54,70 Persen PAD Bojonegoro 2015 Mencapai Rp376,9 Miliar Kompensasi TKD Gayam Belum Dibayar KPH Dukung Objek Wisata di Wilayah Hutan Tunda Balik Demi Pilkades PT BBS Harus Penuhi Kualitas SDM PT SI Bersama Swedia Sepakati Jual Beli CER Rencanakan Pembiayaan Daerah Rp 297 Miliar Perbaikan Jalan Tapen 02 Dianggarkan Rp2,3 Miliar Klaim TKD Kilang Tuban Hanya Soal Sertifikat Kesulitan Penuhi Pesanan Konsumen Lokalisasi Cangkring Kembali Beroperasi Polisi Gagal Mendapatkan Pelaku Penambang Wisata Blora Sulit Dikembangkan Bantu 37 Lembaga Sosial Anak Disinyalir Ada Pemalsuan Dokumen Nasib Buaya Kali Kening Belum Jelas Dewan Menginisiasi Raperda Pembangunan Perumahan Jalan Nasional Ditanami Bunga Bougenville Harga Gas J-TB dengan PT PKC Belum Sepakat Dukung Regulasi Alokasi Minyak ke Kilang Mini Warung Mamin Bermunculan di J-TB Giliran Wartawan Bojonegoro Diajak Bukber JOBP-PEJ GP Ansor Kunjungi Founding Fathers NU Pengelolaan Wisata Wonocolo Belum Jelas Wisata Ledok Dikelola LMDH Perbaikan Jalan Hutan Belum Ada Perjanjian Pemda Harus Kreatif Tingkatkan PAD Anggap Pembatalan Perda Wajar KIP Desa Sekitar Migas Minim Pemda Kesulitan Mendata Penambang Ilegal Pemboran Sumur Tapen 02 Mencapai 886 Meter Penurunan Produksi, Sebabkan Lifting Minyak Menurun Travo Gardu Listrik Terbakar Izin Wisata Wonocolo Tanggung Jawab Pemkab Disnakertransos Bakal Cek Data Korban di BPJS Landasan Helikopter J-TB Digenangi Air

Geliat Warung Pangkon di Pasar Agrobis Babat

Editor: teguh
Rabu, 14 November 2012
Totok Martono
PASAR AGROBIS : salah satu sudut pasar Agrobis Babat di siang hari. Jika malam Warung Pangkon marak di pasar ini.

Jasa kenikmatan syahwati tampaknya masih marak di pinggir kota. Warung Pangkon pun menjadi ajang transaksi seks komersial.  

KEMEGAHAN pasar Agrobis Semando Babat masih dicemari dengan praktik jual beli birahi. Bila malam turun keramaian pasar yang berlokasi di Desa Plaosan, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur ini menawarkan warna lain dengan transaksi jasa nikmat. Warga setempat menyebut Kopi Pangkon.

Walau pihak aparat polisi setempat telah berulangkali mengoperasi  praktik ini, namun hingga saat ini prostitusi terselubung tersebut masih marak terjadi. Kopi Pangkon bagai ikon bagi penikmat dunia malam di pasar agrobis tersebut. 

Bermula dari para penjual minuman kopi yang rata-rata berjualan secara lesehan menggelar tikar. Mereka rupanya juga menyediakan penjaga wanita muda berdandan menor. Tentunya dengan pakaian seksi pula.

Para penikmat kopi tak hanya mencecap hangatnya secangkir kopi.  Mereka juga bisa mereguk kemolekan raga penjaga warung kopi, yang suka minta dipangku pengunjung. Dari sini kemudian transaksi pun mengalir. Setelah warung kopi tutup, pengunjung bisa membawa para penjaga warung kopi tersebut.

Saat kegiatan prostitusi gelap itu semakin merajalela, sebenarnya pihak aparat keamanan setempat, dari satpol PP Kecamatan Babat, aparat keamanan pasar (Satpam), perangkat desa, dan Karang Taruna Desa Plaosan, telah bertindak tegas dengan rajin melakukan razia. Upaya yang dilakukan tersebut terbukti berhasil dengan tidak adanya kegiatan kopi pangkon. Para pemilik warung kopi tidak lagi memiliki pelayan seksi.

Seiring perjalanan waktu, ibarat pepatah “Hangat-hangat Tai Ayam” upaya aparat keamanan tersebut tidak dilakukan kontinyu. Satu dua pemilik warung kopi mulai berani menyediakan jasa pelayanan plus lagi.

“Memang tidak sevulgar dulu. Para PSK (Pekerja Seks Komersial)-nya sekarang berpakaian lebih rapi. Tapi mereka masih beroperasi menjerat lelaki hidung belang, “ ujar Topa yang mengaku biasa menikmati kehangatan wanita penghibur tersebut saat ditemui di Pasar Agrobis Babat, Selasa (13/11/2012) malam.

Para PSK yang beroperasi di Pasar Agrobis, rata-rata berusia belia. Mereka masih di bawah 20 tahun. Menurut sepengetahuan Topa para PSK itu merupakan pindahan dari pasar burung lama di kota Lamongan. Tarif yang dibandrol berkisar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu.

“Kalau dulu chek in-nya bisa di sekitar Babat tapi sekarang mereka (para PSK) mintanya diajak kencan di Tuban atau Lamongan. Kalau chek ini  di hotel sekitar Babat  mereka takut digerebek aparat keamanan,” ujar  lelaki bertubuh kerempeng tersebut.

Jika praktek warung kopi tidak ingin kembali menjamur, tentunya pihak aparat keamanan harus segera melakukan tindakan preventif.  Sayang jika pasar  yang nilai pembangunannya mencapai Rp52 miliar yang diresmikan Bupati Lamongan, Masfuk, tanggal 27 Juli 2010 lalu itu, lebih populer sebagai tempat transaksi seks. Dan, Warung Pangkon pun masih menghangatkan geliat malam di pasar agrobis Babat. (totok martono)

Dibaca : 9940x
FB
Ada 1 komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Jum'at, 10 Mei 2013 00:17
Harus ada sanksi yg lebih berat!
Songot kawuskandazz
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan