Minggu, 19 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Dugaan Penipuan Calon Perangkat Desa

Giliran Enam Kades Wilayah Timur Diperiksa Polisi

Editor: nugroho
Senin, 13 November 2017
dok/sbu
Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu S Bintoro.

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Kepolisian Resor (Polres) Bojonegoro, Jawa Timur, terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan penipuan calon perangkat desa. Setelah menetapkan, MYD (41), Kepala Desa (Kades) Kuniran, Kecamatan Purwosari, sebagai tersangka dan menahannya, penyidik Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) memeriksa enam kepala desa di antaranya di wilayah timur Bojonegoro.

Keenam kepala desa yang diperiksa, Senin (13/11/2017), yaitu Kades Prayungan Kecamatan Sumberrejo IMR, Kades Plesungan Kecamatan Kapas MCI. Kemudian Kades Sumberarum MSK, dan Kades Tapelan EDW, keduanya ikut Kecamatan Ngraho. Serta Kades Tembeling MLZ dan Kades Kasiman GHI, keduanya masuk wilayah Kasiman.

Keenam Kades tersebut dipanggil guna dimintai keterangan sebagai saksi untuk bahan tambahan berkas kasus yang menjerat Kades Kuniran MYD.

Sebelumnya, sejumlah kades di wilayah barat juga telah diperiksa sebagai saksi oleh penyidik untuk kasus yang sama pada Jumat (10/11/2017). Mereka adalah Kades Purwosari dan Kades Sedah kidul yang keduanya berada di wilayah Kercamatan Purwosari, Kades Ngraho, Kades Tanggungan, Kades Klempun dan Kades Payaman, yang keempatnya berada di wilayah Kecamatan Ngraho.

Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S. Bintoro membenarkan jika hari ini penyidik telah memeriksa enam kades sebagai saksi terkait kasus yang telah ditangani Polres Bojonegoro atas tersangka MYD (41) Kades Kuniran yang telah dilaporkan oleh Mulyono (33) yang merasa telah ditipu oleh tersangka.

“Benar, hari ini kami telah memanggil 6 Kades lagi sebagai tambahan untuk pemberkasan", terang Kapolres.

Masih menurut Kapolres, bahwasannya keenam Kades yang telah diperiksa sebagai saksi saat ini oleh penyidik sebelumnya telah diberikan surat panggilan untuk dimintai keterangan. Keenam Kades tersebut telah diperiksa oleh penyidik mulai pada pukul 09.00 WIB.

“Keenamnya menjalani penyidikan di Sat Reskrim", imbuh Kapolres.

Mencuatnya kasus ini berawal dari laporan Mulyono. Dia merasa telah ditipu oleh Kades Kuniran. Modusnya, tersangka memberikan janji akan meloloskan korban dalam ujian seleksi pengisian perangkat desa serentak di Bojonegoro pada 26 Oktober lalu dengan meminta imbalan uang sekira Rp160 juta sebagai pelicin agar lolos dalam ujian.

Namun setelah hasil tes diumumkan korban tidak lolos ujian dan kemudian melaporkanya ke Mapolres Bojonegoro.(rien)

Dibaca : 211x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan
iklan