Rabu, 22 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Giliran Jalan Temlokorejo - Kaliglonggong Ditutup

Editor: nugroho
Selasa, 08 Oktober 2013
SuaraBanyuurip.com/Samian
Jalan Kaliglonggong - Temlokorejo

SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro - Setelah pintu masuk Well pad C Banyuurip, Blok Cepu ditutup beberapa waktu lalu, kini giliran jalan yang menghubungkan Dukuh Temlokorejo ke Kaliglonggong, Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Penutupan jalan itu lantaran jalan peralihan yang dibangun Mobil Cepu Limited (MCL), operator Migas Blok Cepu sudah jadi dan bisa dimanfaatkan warga sebagai ganti jalan yang ditutup tersebut.

Sebelumnya warga Dusun Kaliglonggong - Templokorejo memanfaatkan jalan tersebut untuk aktifitas berladang sehari-hari. Namun karena jalan penghubung itu terkena proyek Enginnering Procurement and Construction (EPC)-1 Banyuurip, akhirnya MCL membangunkan jalan baru sebagai pengganti. Pembangunan jalan itu sesuai kesepakatan enam item sosioeconomi yang disepakati MCL bersama pemerintah desa (Pemdes) Gayam.

"Hari senin kemarin jalan ditutup, Mas. Kemudian, jika warga Temlokorejo ingin ke Kaliglonggong atau sebaliknya memutar melalui jalan pengganti yang telah selesai dibangun itu," kata Sipan, warga Temlokorejo kepada suarabanyuurip.com, Selasa (08/10/2013).

Dia menjelaskan, meski memutarnya lebih jauh dari sebelumya, warga tak mempersoalkannya. Karena selain telah dibangunkan jalan baru sebagai pengganti jalan yang telah ditutup tersebut, juga demi keselamatan warga.

"Sebelumnya, jika warga Temlokorejo mau ke Kaliglonggong hanya sekitar satu kilonan. Tapi, sekarang kemungkinan ada dua kilo lebih memutarnya, Mas," kata dia mengungkapkan.

Warga lain, Gait Nurikin, menambahkan, dengan ditutupnya jalan sementara warga itu pastinya akan menambah jarak tempuh warga ke sawahnya menjadi lebih jauh dibandingkan sebelumnya. Sebab biasanya hanya sekitar satu kilo meter setengah sekarang ditempuh memutar dengan sekira tiga kilo meter.

"Apa boleh buat semua itu tetap kita terima dengan lapang dada saja, Mas. Yang terpenting semuanya bisa berjalan lancar. Meskipun harus menambah biaya perjalanannya nanti," imbuh warga Temlokorejo ini.(sam)

Dibaca : 778x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan
iklan