Minggu, 24 Juni 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Warga Ring 1 Segel Akses Masuk Kilang TPPI

GM TPPI: Kami Tak Bisa Turuti Keinginan Warga

Editor: samian
Selasa, 13 Maret 2018
Ali Imron
UNRAS : GM TPPI, Hadi Chairunnas (dua dari kanan) menegaskan kalau rekrutmen sudah transparan.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban - Menyikapi aksi unjuk rasa (Unras) warga Desa Remen, Tasikharjo, dan Purworejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, General Manager Kilang Minyak PT Trans Pasific Petrochemical Indotama (TPPI), Hadi Chairunnas langsung turun tangan. Dengan tegas kalau kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) kilang tak sebanyak dengan jumlah pelamar.

"Kita punya cara seleksi sendiri dan tak bisa turuti semua kemauan warga," ujar Hadi Chairunnas, kepada suarabanyuurip.com, di ruang siaran pers TPPI Tuban, Selasa (13/3/2018).

Hadi menjelaskan, berawal dari rekrutmen sejak tahun 2004-2006, jumlah karyawan di Kilang TPPI sebanyak 685 orang. Terdiri dari 200 tenaga outsorching, dan 400 lebih karyawan organik.

Selama perjalanan kilang, manajemen sudah melakukan tambal sulam karyawan dua kali. Selain masuk masa pensiun, para karyawan juga ada yang mengundurkan diri karena pindah perusahaan lain maupun bermasalah.

"Sehingga ada 34 karyawan baru yang dibutuhkan," jelasnya.

Dari 34 lowongan tersebut, manajemen mengaku sudah membuka seleksi terbuka. Sekaligus menyampaikan kebutuhan SDM baru kepada Pemdes, Camat, Sekda, bahkan Wakil Bupati Tuban. Jika massa menuding perusahaan tertutup itu keliru, karena sudah komunikasi dengan semua stakeholder.

Hadi menegaskan, 34 lowongan tersebut diharapkan diisi oleh warga ring 1. Kenyatannya spesifikasi yang ditetapkan oleh TPPI belum dipenuhi warga, sehingga rekrutmen dibuka untuk umum.

Secara prosentase, 38% karyawan TPPI didominasi warga ring 1. 33% warga di Kabupaten Tuban, dan sisanya pendatang termasuk jabatan strategis.

"Kalau ada warga ring 1 yang mampu menjadi GM kami justru senang karena menguntungkan perusahaan," terang Hadi.

Sementara, orator asal Desa Remen, Rusdiyono, meminta TPPI harus siap memberikan jumlah kuota pasti bagi ring Tasikharjo, Remen, dan Purworejo dengan prosentase 70% dari jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan.(aim)

Dibaca : 851x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan iklan
iklan