Senin, 25 September 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Goa Pertapaan Prabu Airlangga

Editor: teguh
Rabu, 05 Agustus 2015
12
Totok Martono
GOA BARU : Darsun dan Sidikiyah menemukan goa di lahan perhutani di Sambeng, Lamongan. Diyakini goa ini tempat bertapa Airlangga
tok
goa-1

SOSOK lelaki bertubuh kerempeng itu terlihat begitu semangat mengangkati bongkahan-bongkahan batu dari kedukan di dasar goa yang baru di keduk dua rekannya. Tubuhnya basah bermandi keringat. Sesekali lengan kanannya yang bertato menyeka keringat yang mengalir di wajah tirusnya.

"Ya setiap hari pekerjaan ini yang kami kerjakan. Terus menggali goa untuk melihat sejauh mana dasar dan luasnya goa ini," kata Sidikiyah lelaki paruh baya itu kepada SuaraBanyuurip.com yang menemuinyaa, Rabu (4/8/2015).

Sejak menemukan goa baru yang masuk dalam area hutan milik Perhutani Patakan di petak 59 Desa Sumbersari, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur sekitar dua bulan lalu, Sidikiyah dan Mbah Darum,  penemu goa, melakukan penggalian di dalam goa.

"Ada tujuh sampai delapan warga yang membantu penggalian secara suka rela. Mereka bekerja ihlas tanpa mengharap upah," urai Sidikiyah.

Meski setiap hari puluhan hingga ratusan wisatawan datang Sidikiyah tidak berniat menarik tarif. Dirinya hanya meletakkan kotak kecil didepan mulut goa.

"Kotak itu biasanya diisi pengunjung yang mengambil air dalam goa. Katanya banyak orang sakit yang sembuh setelah mengambil air dalam goa," jelas bapak empat anak ini.

Pemasukan dari sumbangan suka rela itu setiap harinya terkumpul Rp50 ribu-Rp70 ribu. Uang yang terkumpul digunakan membeli nasi, kopi atau rampen (makanan kecil) untuk para pekerja.

Walau mereka setiap hari yang menadahi tetesan-tetesan air  dari stalaktik di langit-langit goa, tidak pernah berpikir mengkomersilkan air 'mujarab' tersebut.

"Air itu yang punya Gusti Allah, Mas, kenapa saya harus menjualnya?" cetusnya lagi. Dirinya sudah merasa cukup bahagia, jika banyak orang  bisa mendapatkan manfaat dari air didalam goa yang ditemukanya.

Sidikiyah mengaku menemukan goa, yang lokasinya tidak pernah dijamah orang karena sintru (sarang makhluk halus) itu, bukan tanpa kesengajan. Sebelumnya dirinya yang sering tidur di sekitar lokasi goa untuk menjaga tanamannya. Beberapa malam bermimpi bertemu dengan dua orang kakek.

"Satunya berjubah putih panjang dengan janggut panjang menjela dada. Satunya lagi kakek berjubah hitam, namun tidak jelas wajahnya," urai lelaki yang mengaku sering lelaku tirakat puasa ini.

Dalam setiap mimpinya kakek berjubah putih selalu menunjuk ke arah lokasi goa, dan berpesan agar dirinya menjaga lokasi tersebut.

"Anehnya yang bermimpi seperti itu bukan saya saja namun juga Mbah Darsum. Bahkan Mbah Darsum bermimpi tengah mengejar nyambik (biawak). Saat dikejar Nyambik itu menghilang di dalam goa," terang Sidikiyah.

Dengan persamaan mimpi tersebut, dua orang yang sama-sama pesanggem itu memutuskan untuk menggali goa.

"Di dalam goa ternyata cukup indah. Feeling saya goa ini cukup megah karena itu kami bertekad untuk terus melakukan pengalian, " papar Mbah Darsum.

Selama penggalian beberapa pihak dari Kecamatan Sambeng, Perhutani Pataan hingga Dinas Pariwisata Lamongan sudah pernah datang ke lokasi.

"Mereka tidak memberi apa-apa. Hanya berpesan agar kami hati-hati selama melakukan penggalian," rinci Sidikiyah

Lelaki lugu ini memang tidak mengharap pamprih apapun dari pihak manapun. Dirinya hanya mengharap jika suatu kelak gua yang belum diberi nama tersebut, jika menjadi tempat wisata terkenal dirinya tidak dilupakan begitu saja.

"Harapan saya nanti saya dan Mbah Darum jangan dibuang. Saya ingin menghabiskan sisa hidup saya untuk terus menjaga goa ini," ungkap Mbah Darum lirih diamini Sidikiyah. (Totok Martono)

 

Dibaca : 819x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan